Waspada Banjir! Polsek Ulu Ogan Intensif Patroli dan Pantau Debit Sungai Imbas Curah Hujan Tinggi

Baturaja OKU Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Intensitas curah hujan yang tinggi dan terus-menerus mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) telah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam. Khususnya di Kecamatan Ulu Ogan, kondisi ini mendorong jajaran kepolisian setempat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi yang lebih konkret guna melindungi keselamatan masyarakat dan harta benda mereka dari potensi banjir serta tanah longsor.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan operasional, Polsek Ulu Ogan secara proaktif melaksanakan patroli siaga bencana. Patroli ini secara khusus menyasar daerah-daerah yang masuk dalam kategori titik rawan banjir berdasarkan pemetaan dan pengalaman sebelumnya. Tidak hanya berkeliling, personel polisi juga turun langsung ke bantaran sungai untuk melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap ketinggian serta debit air di sejumlah aliran sungai yang melintasi wilayah hukumnya.

Komitmen dan langkah pre-empitif ini ditegaskan oleh pimpinan Polres OKU. Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui penjelasan Kasi Humas Polres OKU, AKP Feri Zulfian, menyatakan bahwa kegiatan patroli dan pemantauan lingkungan oleh Polsek Ulu Ogan dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkala. Tujuannya jelas, yaitu untuk mengantisipasi sedini mungkin segala bentuk potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan gerakan tanah.

Baca juga :  Sat Narkoba Polres OKU Gencarkan Edukasi Bahaya Narkoba dan Pernikahan Dini di Desa Tanjung Baru

Di lapangan, kapolsek telah mengerahkan seluruh unsur, termasuk Personel Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Mereka mendapat instruksi untuk tidak hanya melakukan pemantauan fisik, tetapi juga menjalin komunikasi intensif. Tugas mereka adalah menjadi mata dan telinga serta perpanjangan tangan kepolisian di tengah masyarakat untuk mendeteksi dini setiap perubahan kondisi yang membahayakan.

Langkah koordinasi menjadi kunci dalam strategi antisipasi ini. Personel Polsek Ulu Ogan, terutama Bhabinkamtibmas, aktif berkoordinasi dengan perangkat desa dan kepala kampung di seluruh wilayah. Koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan informasi, menyusun skenario penanganan jika terjadi darurat, dan mengidentifikasi warga atau lokasi yang paling rentan agar bisa menjadi prioritas evakuasi jika diperlukan.

Baca juga :  Siaga Malam: Blue Light Patrol Satlantas OKU Kawal Titik Rawan, Warga Merasa Aman

Selain koordinasi dengan aparat, imbauan keselamatan juga disampaikan langsung kepada masyarakat. Warga yang beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan lereng-lereng bukit diberikan peringatan khusus untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diingatkan tentang bahaya mendadaknya kenaikan debit air sungai dan risiko tanah longsor, serta diminta untuk menghindari lokasi berbahaya saat hujan deras.

Hingga saat ini, Polsek Ulu Ogan masih tetap berada dalam status siaga. Pemantauan perkembangan cuaca dan kondisi lapangan dilakukan terus-menerus untuk mengikuti dinamika situasi. Masyarakat yang tinggal di zona merah atau wilayah rawan bencana didorong untuk ikut waspada, memantau lingkungan sekitar, dan mempersiapkan diri dengan rencana evakuasi keluarga.

Pihak kepolisian juga membuka saluran komunikasi darurat. Kapolsek dan seluruh jajaran mengimbau masyarakat untuk tidak ragu segera melaporkan setiap kejadian atau kondisi darurat yang mereka temui, seperti retakan tanah, sungai meluap, atau jalan yang terputus. Laporan cepat dari warga sangat vital untuk mempercepat respons pertolongan dan penyelamatan yang dapat dilakukan oleh Polsek Ulu Ogan bersama dengan instansi terkait lainnya.(gnn/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *