Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com –
Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menunjukkan kepedulian nyata di tengah euforia peresmian Gedung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak sekadar seremoni, kepolisian justru mengisi momen tersebut dengan aksi kesehatan massal.
Layanan ini diberikan secara gratis kepada warga, termasuk kelompok rentan seperti penyandang tunanetra.
Kegiatan berlangsung pada hari Sabtu, 2 Mei 2026, berlokasi di Gedung SPPG Polres OKU, Baturaja.
Sejak pukul 09.00 WIB, suasana di lokasi sudah tampak ramai oleh antusiasme masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya.
Prosesi berjalan lancar, aman, dan penuh kehangatan.
Yang menjadi ujung tombak kegiatan ini adalah Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres OKU.
Seluruh tim medis dari kesatuan tersebut diterjunkan langsung ke lokasi.
Kehadiran mereka membuktikan bahwa personel Polri tidak hanya mahir dalam keamanan, tetapi juga kompeten dalam pelayanan medis.
Kasi Dokkes Polres OKU, Penda Anica Tursia, Am.Keb., S.K.M., bersama timnya secara pribadi turun ke lapangan.
Mereka tidak hanya mengawasi, tetapi langsung memberikan pemeriksaan tekanan darah, pengecekan kesehatan umum, hingga penebusan obat gratis.
Ini menunjukkan kepemimpinan yang melayani.
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan komprehensif dan pengobatan gratis.
Sasaran kegiatan mencakup tiga kelompok: personel Polres OKU, petugas SPPG, serta masyarakat tunanetra yang hadir.
Perhatian khusus kepada tunanetra menunjukkan sisi humanis dan inklusif dari Polres OKU.
Secara sistematis, kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dilanjutkan pemberian obat, lalu penyaluran sembako.
Secara substantif, program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar manusia.
Pelaksanaannya dilakukan secara singkat tanpa birokrasi rumit, sehingga masyarakat langsung merasakan manfaatnya.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kasi Humas AKP Ferri Zulfian, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen Polri.
“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Pernyataan ini memperkuat posisi Polri sebagai pengayom masyarakat.
Dengan berakhirnya kegiatan yang berlangsung aman dan lancar, Polres OKU secara tegas menunjukkan bahwa simbol SPPG bukan hanya tentang pemenuhan gizi.
Lebih dari itu, kehadiran SPPG membawa dampak sosial yang luas, menjadi pusat kepedulian bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk difabel dan warga kurang mampu.(red)












