Jambi,GemaNusantaraNews.com 23 Februari 2026 – Suasana di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi, Senin pagi, berlangsung berbeda dari biasanya.
Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi Gerakan Masyarakat Jambi Anti Korupsi (JARI) dan Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) Jambi menggelar unjuk rasa besar-besaran.
Mereka datang dengan membawa berbagai macam poster dan spanduk yang menuntut penyelesaian masalah lingkungan yang telah lama mengendap, yakni persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di pusat perbelanjaan modern Indogrosir.
Aksi yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini dipicu oleh keresahan masyarakat terhadap dugaan pengelolaan limbah yang tidak sesuai prosedur di supermarket tersebut.
Massa aksi menilai bahwa IPAL yang ada tidak berfungsi optimal dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar pemukiman warga.
Mereka mendesak pemerintah kota, dalam hal ini DPRD, untuk segera memanggil pengelola Indogrosir dan melakukan audit menyeluruh terhadap instalasi limbah tersebut.
Namun, hingga memasuki jam makan siang, tidak ada satu pun dari 45 anggota DPRD Kota Jambi yang terlihat hadir atau keluar untuk menemui para pengunjuk rasa.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pintu gerbang gedung wakil rakyat itu tampak tertutup rapat.
Para demonstran yang sudah berorasi bergantian mulai menunjukkan kekecewaannya karena aspirasi mereka seolah bertepuk sebelah tangan.
Tidak hanya anggota dewan, Sekretaris Dewan (Sekwan) yang biasanya menjadi jembatan administrasi antara eksekutif dan legislatif pun tidak kelihatan batang hidungnya.
Massa aksi yang berjumlah sekitar 200 orang sempat mencoba berunding dengan petugas keamanan dalam gedung, namun upaya itu sia-sia.
Mereka hanya mendapat jawaban bahwa tidak ada pejabat maupun anggota dewan yang berada di kantor pada hari itu.
Kondisi ini sontak memicu reaksi keras dari para demonstran.
“Ini bentuk pelecehan terhadap aspirasi rakyat! 45 anggota dewan, tapi tak satu pun ada di tempat saat rakyat butuh jawaban,” teriak salah seorang orator dari atas mobil komando.
Massa menilai ketidakhadiran para wakil rakyat menunjukkan rendahnya kepedulian mereka terhadap persoalan lingkungan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Di tengah kebuntuan komunikasi dengan pihak DPRD, Wandi, selaku Ketua Umum JARI, memutuskan untuk mengambil langkah inisiatif.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Wandi bersama beberapa perwakilan AMUK dan sejumlah wartawan meninggalkan lokasi demo menuju pusat perbelanjaan Indogrosir.
Di sana, mereka langsung melakukan inspeksi mendadak terhadap fasilitas IPAL milik supermarket tersebut.
Pemeriksaan yang dilakukan Wandi berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Ia terlihat mendokumentasikan sejumlah titik yang diduga menjadi sumber masalah, termasuk saluran pembuangan akhir.
“Kami tidak bisa hanya diam menunggu dewan yang tidak hadir. Rakyat butuh keadilan dan kepastian.
Limbah ini dampaknya langsung ke warga,” ujar Wandi kepada awak media usai melakukan pengecekan.
Hingga berita ini diturunkan pada Senin sore, belum ada konfirmasi resmi dari pihak DPRD Kota Jambi mengenai aksi ini.
Tak satu pun pimpinan dewan atau anggota komisi terkait yang dapat dimintai keterangan.
Sementara itu, massa aksi yang masih bertahan di depan gedung DPRD memutuskan untuk memperpanjang masa demo hingga ada kejelasan, sebagai bentuk protes atas ketidakhadiran wakil rakyat di tengah persoalan warganya.(Ediwan).












