Warga Desa Keban Agung Masih Menunggu Janji Pemerintah Pasca Banjir Bandang

GemaNusantaraNews.com,OKU Baturaja – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan – Hampir satu tahun pasca banjir bandang yang menerjang Desa Keban Agung, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), sepuluh warga yang kehilangan rumah mereka masih menunggu janji pemerintah daerah. Banjir yang terjadi pada Mei 2024 menghancurkan permukiman, membuat banyak keluarga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi. Hingga kini, warga yang terdampak belum mendapatkan bantuan pembangunan rumah seperti yang dijanjikan.

Bencana alam tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan luapan sungai dan arus deras menghantam pemukiman warga. Beberapa rumah hanyut terbawa banjir, sementara yang lain mengalami kerusakan berat hingga tidak dapat dihuni lagi. Dampak bencana ini tidak hanya merugikan secara material, tetapi juga menimbulkan trauma bagi warga yang kehilangan tempat tinggal mereka dalam sekejap.

Sepuluh warga yang rumahnya hilang atau mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang tersebut adalah Herwanto, Depi Yansya, Ipinizul, Vevi Yuliyansah, Yandra Irwansyah, Harmili, Nur Aisah, Dadang Irtanto, Rizal, dan Muhsan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang kini hidup dalam ketidakpastian, berharap bantuan yang dijanjikan segera terealisasi agar mereka bisa kembali memiliki hunian yang layak.

Baca juga :  TNI-Polri Bersinergi, Kodim 0403/OKU dan Polres OKU Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat

Pemerintah daerah sebelumnya menjanjikan program bedah rumah bagi para korban banjir bandang yang kehilangan tempat tinggalnya. Namun, hingga saat ini, realisasi bantuan tersebut belum juga terlaksana. Warga terus menanti kepastian mengenai pembangunan rumah mereka yang hancur akibat bencana, tetapi hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.

Kondisi ini membuat warga semakin resah dan khawatir akan masa depan mereka. Beberapa di antara mereka saat ini tinggal di rumah kerabat, sementara yang lain harus bertahan dengan kondisi tempat tinggal seadanya. Mereka berharap pemerintah segera memenuhi janji yang telah diberikan agar mereka tidak terus-menerus berada dalam ketidakpastian.

Baca juga :  Satres Narkoba Polres Oku, Berhasil Tangkap Seorang, Diduga Bandar Sabu

Bantuan sebenarnya bukan hal yang mustahil untuk direalisasikan, mengingat pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok bagi korban banjir di wilayah lain. Pada April 2024, Pj Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, sempat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Desa Karang Agung, Kecamatan Baturaja Barat. Bantuan tersebut mencakup pakaian, sembako, perlengkapan bayi, dan kebutuhan lainnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan warga Keban Agung, mengapa hingga saat ini mereka belum mendapatkan bantuan yang sama terkait pembangunan rumah.

Masyarakat Desa Keban Agung berharap agar pemerintah segera merealisasikan janji mereka. Mereka juga meminta adanya transparansi dari pemerintah daerah mengenai kapan program bedah rumah tersebut akan dijalankan. Ketidakjelasan informasi dan lambatnya respons dari pihak berwenang membuat warga semakin cemas dan merasa diabaikan.

Baca juga :  Kapolres OKU: Humas Polri Berperan Strategis Dalam Manajemen Informasi Publik

Dengan kondisi yang semakin mendesak, warga mendesak pemerintah daerah Kabupaten OKU untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka berharap program bedah rumah yang telah dijanjikan segera dilaksanakan, sehingga mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Jika janji ini terus tertunda, maka penderitaan warga yang terdampak akan semakin panjang dan kepercayaan terhadap pemerintah akan semakin luntur.

(GNN – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *