Kapolres OKU Timur Inspeksi Kesiapan Dua Perusahaan Hadapi Karhutla

Martapura OKU TIMUR,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni 2026, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi prioritas utama Pemerintah dan aparat keamanan di Kabupaten OKU Timur.

Kegiatan inspeksi kesiapsiagaan ini berlangsung pada hari Minggu, 14 Juni 2026, dimulai pukul 12.00 WIB hingga selesai pada pukul 20.00 WIB.

Pelaksanaan inspeksi dilakukan secara langsung di lokasi dua perusahaan perkebunan besar yang memiliki konsesi lahan luas.

Inspeksi strategis ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H., didampingi Pejabat Utama Polres seperti Kabag Ops Kompol Darmanson, Kasat Intelkam AKP Andy Bintoro, Kasat Reskrim Iptu Rendi Ramadhona, dan Kasat Samapta AKP Azman.

Turut hadir Kapolsek Cempaka, AKP Romi F. AR., M.H., beserta jajarannya. Di pihak perusahaan, rombongan disambut oleh direksi dan manajemen PT. Campang Tiga serta PT. Laju Perdana Indah.

Kegiatan utama yang dilakukan adalah inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla, termasuk pengecekan fisik armada pemadam kebakaran.

Baca juga :  Peredaran Sabu di PALI Dibungkam, Polisi Amankan Pengedar

Selain itu, Kapolres juga memberikan arahan taktik pengendalian api, memutar video sistem penanggulangan, serta membuka ruang dialog untuk mendengar hambatan riil petugas di lapangan.

Pengecekan juga mencakup sistem pemantauan titik api baik manual melalui menara pantau maupun berbasis teknologi.

Inspeksi ini dilakukan karena ancaman Karhutla selalu menjadi perhatian serius setiap musim kemarau dan berpotensi menimbulkan bencana ekologis serta kerugian ekonomi besar.

Kapolres menegaskan bahwa tindakan preventif tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat, melainkan harus terintegrasi dengan kebijakan operasional perusahaan.

Tujuan utamanya adalah meminimalisir risiko Karhutla di wilayah OKU Timur melalui sinergi yang kuat antara Polri dan stakeholder perkebunan.

Lokasi inspeksi pertama adalah PT. Campang Tiga, dimulai pukul 15.00 WIB, disambut Direktur Utama Riski Maulana, Komisaris Maularis Djari, dan manajemen.

Lokasi kedua adalah PT. Laju Perdana Indah (LPI), yang dikunjungi pukul 16.00 WIB, dengan apel petugas PMK yang dipimpin Manager Sipil Nurjaman dan Chief Security Sumardi.

Baca juga :  Bhakti Sosial dan Bhakti Kesehatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari Polda Sumsel, Berangkatkan Umroh Penggali Kubur dan Pemandi Jenazah, Bedah Rumah Hingga Bantuan Kursi Roda.

Kedua perusahaan ini berlokasi di wilayah hukum Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan.

Hasil pengecekan menunjukkan PT. Campang Tiga telah menyiagakan 3 unit mobil Damkar, kelengkapan pemadam perorangan, 21 titik embung air, 2 menara pantau serta 4 titik sedang dibangun, dengan 4 regu patroli.

Sementara PT. LPI memiliki 3 unit mobil Damkar, 16 unit mobil PMK, 30 titik embung, 24 menara pantau, serta telah mengintegrasikan Aplikasi Sipongi Kementerian LHK untuk pemantauan titik api dan komunikasi radio HT.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan secara sistematis, dimulai dari pemaparan, diskusi, hingga pengecekan fisik armada.

Terjalin sinergis antara Polres, Polsek, manajemen PT. Campang Tiga, dan PT. LPI dalam membahas mitigasi bencana.

Hasilnya, kegiatan inspeksi dinyatakan sukses berjalan lancar, aman, dan kondusif.

Seluruh proses mulai pukul 12.00 hingga 20.00 WIB dinyatakan tuntas tanpa hambatan berarti.

Baca juga :  Geger Dugaan Dana BOS dan Pungli SPP di SMK NEGERI 1 Stabat,IMO Akan Laporkan Kejatisu,Oknum Kepsek

Kapolres OKU Timur, AKBP Adik Listiyono, menegaskan bahwa pengecekan ini adalah langkah mutlak untuk mitigasi bencana Karhutla.

Ia mengingatkan bahwa kesiapan armada, embung, menara pantau, serta integrasi teknologi seperti Sipongi harus terus dioptimalkan.

Dengan sinergi yang kuat dan kesiapan penuh dari kedua perusahaan raksasa tersebut, Kabupaten OKU Timur kini telah siap menangkal ancaman kebakaran lahan di musim kemarau 2026.(red – gnn)