TANJIDOR: Inovasi Humanis Polres OKU, Bekali Tahanan dengan Ilmu Agama dan Pembinaan Mental

Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com
Dalam upaya mewujudkan pendekatan hukum yang humanis dan berkeadilan,Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) meluncurkan program pembinaan rohani inovatif bagi para tahanan. Program yang diberi nama TANJIDOR (Tahanan Mengaji Dengan Polri) ini dirancang untuk tidak hanya memenuhi aspek penahanan secara hukum, tetapi juga membina dan mempersiapkan tahanan secara mental-spiritual agar dapat kembali menjadi pribadi yang lebih baik di masyarakat.

Komitmen kuat dari pimpinan Polres OKU terhadap program ini ditunjukkan dengan peninjauan langsung oleh Kapolres OKU,AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., pada Senin (17/11/2025). Dalam kunjungannya yang didampingi oleh Wakil Kepala Polres (Waka) Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.H., Kapolres tidak hanya memantau jalannya kegiatan, tetapi juga secara simbolis menyerahkan buku Iqro kepada setiap tahanan sebagai sarana pembelajaran.

Dalam kesempatan tersebut,AKBP Endro Aribowo menyampaikan pesan moral dan motivasi yang mendalam kepada para tahanan. Beliau menekankan bahwa pembinaan rohani ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dan menjadi sarana introspeksi diri. “Kami ingin mereka memiliki bekal positif ketika kembali ke masyarakat,” ujar Kapolres, menegaskan bahwa tujuan akhirnya adalah reintegrasi sosial yang sukses.

Baca juga :  Polsek Semidang Aji Turun Langsung Tanam Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Kuartal II 2026

Agar program berjalan efektif,Polres OKU telah menetapkan struktur pelaksana yang jelas. Kegiatan TANJIDOR dipimpin langsung oleh Ipda Mualimin, S.Pd.I., dari Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres OKU yang bertindak sebagai pembimbing tetap. Turut mendampingi dalam pelaksanaannya adalah Kasat Binmas AKP Ujang Abdul Aziz, S.E., serta sejumlah perwira lainnya seperti Ipda Deni, menunjukkan bahwa program ini menjadi tanggung jawab kolektif jajaran Polres OKU.

Melalui Kasubsipenmas Si Humas Polres OKU,Ipda Chandra M., S.H., dijelaskan lebih detail bahwa TANJIDOR telah menjadi agenda rutin harian. “Kegiatan pembinaan rohani dan mengaji ini digelar setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB,” jelas Ipda Chandra. Penjadwalan yang konsisten ini menunjukkan keseriusan institusi dalam menjalankan program pembinaan.

Baca juga :  Polres Oku Siapkan 225 Personel untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2025 di 32 Gereja

Lebih lanjut,Ipda Chandra menegaskan bahwa cakupan program TANJIDOR tidak hanya terbatas pada kegiatan mengaji semata. “Program TANJIDOR tidak hanya berfokus pada kegiatan mengaji, tetapi juga memberikan bimbingan rohani dan motivasi untuk membentuk karakter para tahanan,” tambahnya. Hal ini mengindikasikan pendekatan yang holistik, di mana aspek mental dan pembentukan karakter mendapat porsi yang seimbang dengan aspek spiritual.

Polres OKU menegaskan komitmen jangka panjangnya melalui program ini.Mereka menyatakan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari strategi pemulihan mental dan pembinaan kepribadian. Komitmen ini mencerminkan filosofi bahwa tugas kepolisian tidak berakhir pada penangkapan dan penahanan, tetapi juga pada upaya memperbaiki para warga binaannya.

Pada akhirnya,program TANJIDOR merupakan sebuah investasi sosial bagi masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan rehabilitatif ini, Polres OKU berharap dapat memutus siklus residivisme (pengulangan kejahatan). “Harapannya, para tahanan dapat kembali ke masyarakat dengan perubahan sikap yang lebih baik,” pungkas Humas, menutup pernyataannya dengan optimisme terhadap masa depan para tahanan pasca menjalani proses hukum.(gnn – red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *