Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Suasana ruang tahanan Polres Ogan Komering Ulu(OKU) setiap hari Jumat berubah syahdu, bergema dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Transformasi ini merupakan hasil dari program pembinaan rohani yang dijalankan secara konsisten oleh jajaran Polres OKU, dengan Ipda Mualimin dari Bagian SDM sebagai penggiat utamanya. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa proses hukum tidak menghalangi upaya pemulihan mental dan spiritual para tahanan.
Lebih dari sekadar aktivitas mengaji,program Jumat berkah ini dirancang sebagai sesi pembinaan yang komprehensif. Ipda Mualimin tidak hanya membimbing bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menyampaikan tausiyah atau ceramah singkat yang menekankan pada pentingnya memperbaiki diri, menanamkan nilai-nilai moral, dan membangkitkan semangat untuk kembali ke jalan yang benar. Setiap tahanan diberikan perhatian individu untuk memastikan pesan-pesan positif tersebut dapat terserap dengan baik.
Kebijakan humanis ini mendapat dukungan penuh dari pucuk pimpinan Polres OKU.Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui pernyataan resmi yang disampaikan Kasubsipenmas Si Humas, Ipda Chandra M., S.H., menegaskan bahwa tugas kepolisian melampaui sekadar penegakan hukum. “Komitmen kami adalah memberikan pendekatan yang humanis. Pembinaan moral dan spiritual adalah investasi jangka panjang untuk mempersiapkan mereka reintegrasi dengan masyarakat,” ujar Ipda Chandra, mengutamakan pernyataan Kapolres.
Program ini memiliki tujuan strategis yang multi-dimensi.Di level individu, kegiatan ini bertujuan memberikan “siraman rohani” untuk menenangkan batin dan mengurangi stres yang dialami tahanan. Pada tingkat yang lebih luas, ini adalah instrumen pembinaan karakter yang diharapkan dapat memutus mata rantai tindak pidana dengan menanamkan kesadaran hukum yang berlandaskan nilai-nilai agama dan etika.
Ipda Mualimin,yang menjadi ujung tombak program, membagikan pengalamannya. “Kita melihat antusiasme yang positif dari para tahanan. Bagi banyak dari mereka, momen Jumat ini adalah waktu untuk refleksi dan mencari kekuatan spiritual baru. Kita berikan motivasi bahwa kesalahan di masa lalu bukanlah akhir segalanya, dan mereka masih memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” paparnya dengan penuh semangat.
Dampak dari pembinaan yang berkelanjutan ini diharapkan dapat menjadi bekal berharga ketika para tahanan menyelesaikan masa hukuman dan kembali ke tengah masyarakat.Polres OKU berharap, dengan bekal spiritual dan mental yang lebih baik, mereka tidak hanya menjadi warga yang taat hukum, tetapi juga agen perubahan yang positif di lingkungannya masing-masing, sehingga dapat mengurangi angka residivisme.
Keberlanjutan program menjadi kunci kesuksesan.Polres OKU menegaskan bahwa agenda Jumat mengaji ini bukanlah proyek insidental, melainkan bagian tak terpisahkan dari sistem pembinaan tahanan. Konsistensi ini menunjukkan keseriusan institusi dalam menerapkan paradigma pemolisian yang modern, yang menyeimbangkan aspek keamanan (security) dengan kesejahteraan (welfare) bagi warga binaannya.
Dengan diiringi lantunan doa dan ayat suci,sel-sel tahanan di Polres OKU tidak lagi sekadar menjadi tempat penahanan, melainkan ruang pembelajaran dan pencerahan. Inisiatif sederhana yang dilaksanakan dengan penuh ketulusan dan konsistensi ini merupakan bukti nyata bahwa upaya menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat harus dimulai dari memanusiakan dan membina setiap individu, bahkan dari balik terali besi.(gnn – red).












