Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Warga Jalan S. Suparman Lorong Cempaka, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), digegerkan oleh sebuah penemuan tragis pada Rabu (14/1/2026) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Seorang remaja putri ditemukan meninggal dunia di lokasi tersebut dengan dugaan kuat sebagai akibat dari tindakan gantung diri. Kejadian ini langsung menyita perhatian dan menimbulkan duka di lingkungan sekitar.
Korban yang meninggal tersebut diketahui berinisial UDZ (16), yang ternyata merupakan seorang pelajar yang berdomisili di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. Peristiwa menyedihkan ini pertama kali diketahui oleh dua orang warga setempat, yakni Nurhasanah dan Hari Ning Ayu, yang kemudian segera melaporkan temuan mereka kepada pihak berwajib untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Merespons laporan dari masyarakat, pihak kepolisian segera bergerak cepat. Kapolsek Baturaja Timur, AKP Azwan, S.H., M.H., yang konfirmasinya disampaikan melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian, membenarkan telah terjadinya peristiwa tersebut. Tim dari Polsek Baturaja Timur pun segera diterjunkan ke lokasi kejadian perkara (TKP).
AKP Ferri Zulfian menjelaskan bahwa personel kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolsek segera menuju lokasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan awal. Tindakan pertama yang dilakukan adalah mengamankan area tempat kejadian. Pengamanan ini bertujuan untuk mencegah kerumunan warga yang dapat mengganggu proses penyelidikan serta untuk menghormati korban dan keluarga.
Selain pengamanan TKP, tim kepolisian juga secara aktif melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. Setelah proses di TKP dianggap selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi dengan layak dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka guna disemayamkan dan dimakamkan sesuai dengan tradisi yang berlaku.
Pihak kepolisian juga mengungkapkan keputusan penting dari keluarga korban. Keluarga UDZ telah membuat surat pernyataan resmi yang menolak dilakukannya tindakan autopsi atau bedah mayat terhadap jenazah. Dalam surat tersebut, keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah dan menyepakati bahwa penyebab kematian adalah gantung diri, bukan karena faktor atau penyebab lain.
Melalui humasnya, kepolisian mengimbau dengan sangat kepada masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan seluruh proses penanganan kasus ini kepada aparat yang berwenang. Lebih dari itu, polisi juga mengajak semua elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial sekitar, khususnya dengan memperhatikan lebih sensitif kondisi psikologis anak-anak dan remaja di tengah-tengah mereka.
Tragedi meninggalnya remaja putri berinisial UDZ ini menyisakan duka mendalam dan menjadi pengingat yang pedih akan pentingnya kesehatan mental. Insiden ini diharapkan dapat membuka kesadaran kolektif tentang perlunya dukungan sosial, komunikasi yang terbuka, dan perhatian penuh kasih kepada generasi muda yang mungkin sedang menghadapi beban psikologis yang tidak terlihat.(gnn/red).












