Palembang,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com 15 Maret 2026 – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memastikan pengamanan ketat di seluruh jalur transportasi yang digunakan masyarakat untuk arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengamanan multimoda yang bertujuan untuk menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan jutaan pemudik yang mulai bergerak menuju kampung halaman.
Pengamanan yang dilakukan pada Minggu (15/3/2026) ini menyasar simpul-simpul transportasi utama, mulai dari jalur sungai, darat, hingga kereta api di berbagai wilayah Sumsel.
Di sektor transportasi perairan, Subsatgas Polairud Ops Ketupat Musi 2026 mengerahkan personelnya untuk melakukan pengawasan intensif di kawasan Dermaga Bekang Palembang.
Dipimpin langsung oleh Ipda Ahmad Wadi Harpa bersama empat personel lainnya, kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas transportasi sungai berjalan tertib dan memenuhi standar keselamatan.
Pengawasan di jalur sungai menjadi prioritas utama karena jaringan transportasi perairan di Sumatera Selatan masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di sejumlah daerah.
Sementara itu, di Kota Lubuk Linggau, personel Polres Lubuk Linggau yang bertugas di Pos Pelayanan Stasiun Kereta Api mengambil pendekatan humanis dengan memberikan pelayanan langsung kepada para penumpang.
Para petugas tidak hanya memberikan imbauan keselamatan selama perjalanan, tetapi juga menyediakan fasilitas istirahat bagi pemudik yang kelelahan.
Fasilitas ini disambut baik oleh para pemudik yang membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik sebelum melanjutkan perjalanan panjang mereka, sejalan dengan konsep Operasi Ketupat Musi sebagai operasi kemanusiaan.
Di pusat Kota Palembang, Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas Ops Ketupat Musi 2026 mengerahkan 29 personel untuk melakukan patroli dan pengaturan arus kendaraan di titik-titik strategis.
Fokus pengamanan dipusatkan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Cinde, Perputaran Air Mancur, serta area sekitar Masjid Agung Palembang.
Kawasan-kawasan tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat yang berpotensi mengalami kepadatan, terutama pada akhir pekan dan periode awal arus mudik, sehingga kehadiran personel di lapangan dinilai krusial.
Tidak hanya berhenti di perkotaan, jangkauan pengamanan Polda Sumsel juga meluas hingga ke wilayah perbatasan kabupaten.
Di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, pihak kepolisian mendirikan tiga pos strategis, yakni Pos Pelayanan Muaradua, Pos Terpadu Simpang Martapura, dan Pos Pengamanan Banding Agung.
Berdasarkan laporan dari lapangan, situasi lalu lintas di ketiga pos tersebut terpantau lancar dan terkendali, tanpa adanya hambatan berarti yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik di jalur penghubung antarwilayah tersebut.
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menegaskan bahwa pengamanan yang dilakukan secara menyeluruh di semua moda transportasi adalah bentuk komitmen institusi untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
“Pada hari ketiga operasi ini, personel kami hadir di semua moda transportasi, mulai dari dermaga, jalan raya hingga stasiun kereta api.
Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” ujarnya dalam keterangan resminya.
Senada dengan Kapolda, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa pengerahan personel di seluruh simpul transportasi merupakan wujud nyata perlindungan kepolisian kepada masyarakat.
“Setiap pemudik yang menggunakan moda transportasi apa pun, baik darat, sungai maupun kereta api, harus mendapatkan perlindungan yang sama dari jajaran kami,” tegas Kombes Pol Nandang.
Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada diskriminasi pelayanan, di mana setiap jalur yang dilalui pemudik menjadi tanggung jawab penuh aparat keamanan.
Dengan dikerahkannya personel di berbagai titik krusial ini, Polda Sumsel berharap seluruh rangkaian arus mudik Lebaran tahun 2026 dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan serta memprioritaskan keselamatan selama dalam perjalanan.
Operasi Ketupat Musi 2026 sendiri akan terus berlangsung untuk mengawal dan melayani masyarakat hingga periode arus balik Lebaran nanti.(red)












