Baturaja OKU Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com –
Dalam upaya nyata menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Personel Tim SSO Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menjalankan operasi patroli intensif pada malam hingga dini hari di seluruh wilayah hukumnya. Operasi ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat dan menciptakan rasa aman, khususnya pada jam-jam yang dianggap rawan terjadinya tindak kriminalitas.
Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada akhir pekan, Sabtu hingga Minggu, 17–18 Januari 2026, dengan durasi panjang dari pukul 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Fokus operasi ini adalah untuk mengantisipasi dan menekan berbagai potensi kejahatan yang sering terjadi pada malam hari, seperti aksi premanisme, pungutan liar (pungli), serta tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang kerap disingkat 3C, termasuk fenomena balap liar.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, SIK., MAP., melalui pernyataan yang disampaikan oleh Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian, menegaskan bahwa Patroli Perintis Presisi ini adalah langkah preventif strategis. “Patroli ini merupakan langkah preventif Polres OKU untuk menekan angka kriminalitas serta mencegah potensi gangguan Kamtibmas, terutama premanisme, pungli, dan kejahatan jalanan lainnya,” ujar AKP Ferri Zulfian, menekankan fungsi operasi ini sebagai pencegah sebelum kejahatan terjadi.
Secara teknis, pelaksanaan patroli diawali dengan apel kesiapan personel untuk memastikan kesiapsiagaan sebelum diterjunkan ke lapangan. Tim patroli kemudian bergerak menggunakan satu unit kendaraan roda empat (R4) untuk menyisir sejumlah titik yang telah teridentifikasi sebagai lokasi rawan di Kabupaten OKU, memaksimalkan jangkauan dan kecepatan respons.
Rute atau beat patroli ditentukan dengan cermat mencakup area-area kritis. Titik pantau utama meliputi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Batu Kuning, Jalan Cor Beton Kibang, Simpang Empat Jembatan Ogan IV di Baturaja, serta Simpang Empat Air Paoh – Sukaraya. Pemilihan lokasi ini berdasarkan analisis kamtibmas dan pola kejahatan sebelumnya.
Pada setiap lokasi, personel melaksanakan metode pengawasan yang berbeda. Di Jalinsum Batu Kuning, mereka melakukan pemantauan aktif untuk melindungi pengemudi dari premanisme dan pungli. Sementara di Jalan Cor Beton Kibang, fokus patroli diarahkan untuk mengamankan kendaraan angkutan barang dari ancaman yang sama plus kejahatan 3C.
Di kawasan Simpang Empat Jembatan Ogan IV Baturaja, tim menerapkan taktik gabungan antara pos diam (stasioner) dan patroli bergerak (hunting) untuk mencegah tindak pidana 3C dan pencurian kendaraan bermotor secara lebih efektif. Sedangkan di Simpang Empat Air Paoh, konsentrasi utama adalah mengantisipasi aktivitas balap liar yang kerap mengganggu ketertiban serta mencegah premanisme dan pencurian kendaraan.
Operasi malam ini digerakkan oleh personel yang terdiri dari Brigpol Rilo Utama, Brigpol Azmir, Bripda Bintang, dan Bripda Abdul Halim. Mereka bertugas secara langsung di lapangan untuk melakukan pengawasan, pencegahan, dan penindakan bila diperlukan terhadap setiap pelanggaran atau potensi kejahatan yang ditemui.
Kapolres OKU, melalui pernyataan resminya, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini bukan operasi insidental. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli secara rutin dan berkelanjutan, terutama pada malam hari dan akhir pekan dimana kerawanan biasanya meningkat, sebagai bentuk kepastian hukum dan rasa aman bagi warga.
Sebagai penutup, melalui Kasi Humas AKP Ferri Zulfian, Kapolres juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat. “Kami mengimbau kepada masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas,” pungkasnya, menekankan bahwa kolaborasi antara polisi dan warga adalah kunci utama menciptakan keamanan yang berkelanjutan.(gnn/red).












