Langkat,Sumut,Gemanusantaranews.com –
Dalam upaya nyata mengangkat potensi ekonomi lokal,Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya melalui program pengabdian masyarakat. Kali ini, UMA menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, yang menggantungkan hidup pada produksi sambal belacan sebagai komoditas unggulan. Bantuan yang diberikan bukan sekadar modal, melainkan alat produksi yang langsung menyentuh kebutuhan teknis para perajin.
Bentuk kepedulian tersebut diwujudkan dengan menyerahkan secara hibah satu unit mesin penggiling bumbu belacan yang canggih.Mesin ini diharapkan dapat menjadi solusi atas kendala produksi manual yang selama ini dihadapi para perajin. Tujuannya jelas, yaitu untuk meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi cita rasa, dan mempercepat waktu pembuatan, sehingga produk sambal belacan khas Secanggang dapat bersaing lebih baik di pasar.
Penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan penuh syukur pada Sabtu,27 September 2025. Acara yang bertempat di Aula Kantor Desa Secanggang tersebut dihadiri oleh perwakilan UMA, aparat desa, serta para pelaku UMKM setempat. Suasana terasa hangat dan penuh harapan, mencerminkan sinergi yang kuat antara dunia pendidikan dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu,UMA diwakili oleh Dr. Effiati Effiati Juliana Hasibuan, M.Si., selaku Ketua Tim Pengabdian Masyarakat. Dr. Effiati dengan tegas menyatakan bahwa bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial civitas akademika UMA. “Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian civitas UMA kepada masyarakat, khususnya untuk menumbuhkembangkan UMKM di Desa Secanggang,” jelasnya di hadapan para undangan.
Lebih lanjut,dosen UMA tersebut menyampaikan harapan besarnya terhadap bantuan mesin tersebut. Dr. Effiati berharap mesin penggiling bumbu ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku UMKM. Ia meyakini bahwa dengan alat ini, proses memproduksi sambal belacan yang selama ini memakan waktu dan tenaga akan menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
Merespons hal tersebut,Kepala Desa Secanggang, T. Syaiful Anhar, yang menerima bantuan secara langsung, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam. Ia mengapresiasi langkah Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UMA yang telah memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan desanya. “Kami mewakili masyarakat, terutama para pelaku UMKM, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya,” ujarnya.
Dalam penjelasannya,Kades Syaiful mempertegas bahwa belacan dan olahannya seperti sambal memang telah menjadi bumbu rempah khas andalan yang diproduksi oleh UMKM desanya. Lokasi sentra produksi ini terpusat di Dusun Parit Dondong, Desa Secanggang. “Dengan adanya bantuan ini akan memudahkan pelaku UMKM Desa Secanggang, khususnya di Dusun Parit Dondong, dalam memproduksi sambal belacan,” jelasnya.
Dengan diserahkannya mesin penggiling bumbu ini,diharapkan tercipta sebuah dampak berantai yang positif. Mulai dari peningkatan produktivitas dan pendapatan para pelaku UMKM, penguatan brand “Sambal Belacan Secanggang”, hingga pada akhirnya berkontribusi terhadap perekonomian desa secara keseluruhan. Langkah UMA ini menjadi investasi nyata bagi kemandirian dan daya saing ekonomi kerakyatan di Desa Secanggang,(gnn – Arifin).












