Baturaja OKU,Sumsel,Gemanusantaranews.com –
Pada Jumat malam,10 Oktober 2025, tepat pukul 22.00 WIB, suasana malam di Wilayah Hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU) diselimuti oleh kewaspadaan. Personel Satuan Samapta Polres OKU memulai gelaran operasi patroli besar-besaran yang berfokus pada lokasi-lokasi yang telah teridentifikasi sebagai titik rawan kejahatan. Operasi yang digelar pada jam-jam kritis ini merupakan langkah proaktif untuk menjamin rasa aman masyarakat.
Patroli ini tidak hanya bersifat simbolis,tetapi menjangkau wilayah-wilayah strategis dan vital. Rute patroli mencakup ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) arah Baturaja menuju Martapura dan sebaliknya, serta ruas Baturaja – Muara Enim. Tidak ketinggalan, dua pusat perekonomian rakyat, yaitu Pasar Atas dan Pasar Baru Baturaja, juga menjadi sasaran pengamanan. Selain itu, kawasan perkantoran, institusi perbankan, Objek Vital Nasional, dan permukiman penduduk turut mendapat perhatian khusus.
Kapolres OKU,Akbp Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Samapta, Akp Andi Apriadi, S.H., M.Si., menegaskan bahwa misi utama dari operasi ini adalah pencegahan tiga jenis kejahatan sekaligus. Tindak pidana yang menjadi sasaran penekanan adalah praktik Pungutan Liar (Pungli), aksi Premanisme yang sering meresahkan warga, serta tindak pidana yang dikategorikan sebagai “3C”. Tujuan jangka panjangnya adalah memutus mata rantai kejahatan-kejahatan tersebut sebelum bahkan terjadi.
Tindak pidana”3C” yang menjadi sasaran operasi ini merupakan akronim dari tiga jenis kejahatan properti yang paling sering terjadi. “C” pertama adalah Curanmor atau pencurian kendaraan bermotor, yang kerap menimpa pengendara roda dua dan empat. “C” kedua adalah Curas atau pencurian dengan pemberatan, yang mengacu pada pencurian dengan kekerasan atau ancaman. Sedangkan “C” ketiga adalah Curat atau pencurian biasa, yang mencakup pencurian barang-barang milik warga. Dengan menyasar 3C, polisi berusaha menekan angka kriminalitas properti secara signifikan.
Yang membedakan operasi ini bukan hanya aspek represif,tetapi juga pendekatan humanis yang diterapkan. Di lapangan, setiap personel tidak hanya berpatroli secara diam, tetapi aktif menyambangi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat yang mereka temui. Dialog juga dilakukan dengan para Petugas Keamanan (Satpam) yang bertugas di berbagai Objek Vital, untuk memperkuat sinergi dan menukar informasi terkait kondisi keamanan terbaru.
Kasat Samapta Polres OKU,Akp Andi Apriadi, lebih lanjut menyampaikan bahwa esensi dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah untuk menciptakan dan memelihara rasa aman di tengah masyarakat. Kehadiran nyata seragam Polri di setiap sudut wilayah diharapkan dapat menjadi psychological deterrent atau efek jera psikologis bagi pelaku potensial, sekaligus menjadi penenang dan pelindung bagi warga.
Patroli malam ini bukan sekadar rutinitas,melainkan sebuah pernyataan politik yang tegas tentang kehadiran negara. Operasi ini merupakan bukti nyata dan komitmen institusi Polri untuk hadir di garis depan dalam melindungi segenap lapisan masyarakat. Setiap langkah personel di lapangan adalah representasi dari negara yang hadir memberikan rasa nyaman dan terlindungi dari segala bentuk gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).
Dengan dituntaskannya operasi patroli intensif ini,Polres OKU menyampaikan pesan kepada seluruh warga bahwa komitmen mereka terhadap keamanan adalah nyata dan berkelanjutan. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin dan berkembang dengan berbagai metode lainnya, guna memastikan wilayah OKU tetap menjadi tempat yang aman dan kondusif untuk ditinggali dan melakukan aktivitas ekonomi.(gnn – red).












