Baturaja OKU Sumsel,Gemanusantaranews.com –
Seorang buruh bangunan,Viktor Manulang (50), alias Lai, harus meregang nyawa setelah menjadi korban penusukan brutal di tempat tinggalnya sendiri. Peristiwa naas yang terjadi pada Rabu malam, 22 Oktober 2023, itu merenggut nyawa Viktor setelah sebelumnya sempat mendapatkan perawatan intensif. Pria yang dikenal sebagai warga Lorong Aldos, Kelurahan Sukaraya, Baturaja Timur, Kabupaten OKU ini, dinyatakan meninggal dunia pada hari yang sama, hanya berselang sekitar dua setengah jam setelah kejadian berlangsung.
Kronologi mengerikan terungkap dari keterangan seorang saksi yang menyaksikan detik-detik terakhir sebelum penusukan.Pada pukul 20.35 WIB, terdengar suara keributan sengit yang memecah keheningan malam di Lorong Aldos. Keributan itu kemudian diikuti oleh teriakan keras meminta tolong dari korban. Saat saksi menghampiri sumber suara, pemandangan tragis sudah menyambutnya. Viktor Manulang tergeletak dengan kondisi luka tusuk di bagian bawah sebelah kiri perutnya, sementara pelaku yang diduga kuat adalah HL, telah menghilang tanpa jejak dari lokasi kejadian.
Korban yang saat itu masih dalam keadaan sadar segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ibnu Soetowo Baturaja untuk mendapatkan pertolongan medis.Meskipun sempat menunjukkan tanda-tanda kesadaran selama proses perawatan awal, nyawa Viktor tidak tertolong. Kapolres Oku, Akbp Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kasi Humas Polres Oku, Akp Ibnu Holdon, mengonfirmasi bahwa korban akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 23.00 WIB, akibat luka tusuk yang dideritanya.
Yang membuat masyarakat setempat bergidik adalah hubungan dekat antara korban dan pelaku.Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keterangan saksi, Viktor Manulang dan HL (45) ternyata sudah saling mengenal. Keduanya bukan hanya bertetangga, tetapi juga sama-sama berprofesi sebagai buruh bangunan. Fakta ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai akar permusuhan yang berakhir tragis, mengubah hubungan bertetangga menjadi sebuah drama kriminal.
Menanggapi laporan kejadian ini,jajaran Polsek Baturaja Timur langsung bergerak cepat. Aksi pengejaran dan penyelidikan dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Baturaja Timur, Akp Azwan, S.H., M.H. Beliau didampingi oleh PIket Pawas Ipda Riki Kifli serta personil piket lainnya. Tim segera melakukan dua langkah krusial: pengecekan mendalam terhadap kondisi korban dan TKP, serta penggeledahan dan pengejaran terhadap pelaku HL yang masih buron.
Hingga berita ini dirilis,motif pasti di balik aksi penusukan mematikan ini masih menjadi misteri dan menjadi fokus utama penyidikan. Kapolsek dan jajarannya masih mendalami segala kemungkinan, termasuk menyelidiki latar belakang hubungan serta kemungkinan adanya konflik laten antara kedua belah pihak yang sebelumnya tidak diketahui publik. Motif utamanya, apakah dipicu oleh perselisihan pribadi, masalah ekonomi, atau hal lainnya, masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini,nama HL telah masuk dalam daftar buronan (DPO) Polsek Baturaja Timur. Operasi penangkapan digencarkan untuk mengamankan pelaku sebelum berkesempatan melarikan diri lebih jauh. Polisi juga terus mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi lain untuk menguatkan berkas perkara, serta melacak jejak pelaku untuk mempersempit ruang geraknya.
Kasus penusukan yang berujung kematian ini telah mencoret kisah pilu di community Lorong Aldos.Kapolsek Baturaja Timur mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi seputar keberadaan HL untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada kepolisian, sambil berharap pelaku segera berhasil diamankan untuk diadili secara hukum yang berlaku.(gnn – red).












