Cegah Perundungan Sejak Dini, Polsek Lubuk Raja Sosialisasi Anti-Bullying di SDIT Al-FATH

GEMANUSANTARANEWS.com,OKU Baturaja, 17 April 2025 – Dalam rangka membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para pelajar, Polsek Lubuk Raja melalui Kanit Binmas Aipda Aris Sultoni melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Stop Bullying” di SDIT Al-FATH, Desa Battuwinangun, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap tumbuh kembang anak di usia sekolah.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Lubuk Raja, Iptu Indra Gunawan, menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya perundungan. Dengan edukasi sejak dini, diharapkan siswa-siswi dapat mengenali dan menghindari tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Aipda Aris Sultoni dalam paparannya menjelaskan secara rinci mengenai definisi bullying atau perundungan. Ia menegaskan bahwa bullying adalah segala bentuk perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati, bahkan mengalami tekanan psikologis.

Baca juga :  Darlian Pone: Anugerah Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto adalah Langkah Tepat

Ia juga menyampaikan bahwa perundungan dapat dilakukan oleh perorangan maupun kelompok. Contohnya seperti mengejek, memukul, mengucilkan, menyebarkan gosip, hingga tindakan kekerasan secara online (cyber bullying). “Jenis-jenis bullying ini harus dikenali agar siswa tidak menjadi pelaku maupun korban,” jelas Aipda Aris kepada para siswa.

Dalam sesi tanya jawab, siswa-siswi tampak antusias dan aktif merespon materi yang disampaikan. Beberapa siswa bahkan berani menceritakan pengalaman pribadi mereka yang pernah mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Hal ini menjadi indikator bahwa isu ini memang nyata dan perlu penanganan serius.

Baca juga :  Walau Ada Kendala, Proyek Waduk Wampu Tetap Berlanjut

Aipda Aris juga menyampaikan pesan moral agar para pelajar rajin belajar, memperbanyak teman, dan tidak menyelesaikan masalah dengan emosi. Ia mengingatkan bahwa tindakan perundungan yang terus berlanjut bisa berakhir pada tindakan kekerasan dan berdampak hukum. Oleh karena itu, ia meminta siswa agar bijak dalam bergaul dan tidak mudah terpancing emosi.

Kapolsek Lubuk Raja, Iptu Indra Gunawan, menambahkan bahwa pentingnya peran guru dan orang tua dalam mengawasi perilaku anak sangat diperlukan. “Lingkungan sekolah dan rumah adalah benteng utama untuk membentuk karakter anak. Maka, sinergi antara guru, orang tua, dan aparat kepolisian harus terus diperkuat untuk mencegah terjadinya perundungan,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama antara siswa, guru, dan pihak kepolisian untuk menjadikan SDIT Al-FATH sebagai zona bebas bullying. Pihak sekolah mengapresiasi inisiatif Polsek Lubuk Raja dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut secara berkala sebagai bagian dari pembinaan karakter anak sejak dini.

Baca juga :  KETUM IWO Indonesia Desak Polda Sumut Usut Tuntas Kebakaran Rumah Wartawan di Tanah Karo.

(Humas Polres OKU/GNN – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *