Darlian Pone: Anugerah Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto adalah Langkah Tepat

Bandar Lampung,Gemanusantaranews.com – Darlian Pone, S.H., S.E., M.M., Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPD Partai Golkar Provinsi Lampung sekaligus Ketua PD AMPG Provinsi Lampung, menyatakan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2, Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto.

Keyakinan ini didasari oleh pengabdian panjang Soeharto kepada bangsa dan negara. Menurut Darlian Pone, sudah saatnya bangsa Indonesia memberikan penghormatan yang pantas atas jasa dan pengabdian luar biasa Soeharto.

“Almarhum Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto tidak hanya dikenal sebagai Bapak Pembangunan, tetapi juga pejuang kemerdekaan yang menjaga keutuhan bangsa dari ancaman ideologi komunisme. Beliau menggagalkan gerakan PKI dan meletakkan dasar pembangunan nasional yang kokoh, membawa jutaan rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan. Jasanya tidak bisa terhapus,” ujar Darlian Pone pada Sabtu (8/11/2025).

Darlian Pone, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Bela Negara FKPPI Provinsi Lampung, menegaskan bahwa pemerintah memiliki dasar moral dan sejarah yang kuat untuk memberikan penghargaan negara kepada Soeharto. Menurutnya, kriteria dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan telah dipenuhi oleh Soeharto.

Baca juga :  SMP Negri.1 Jayapura Diduga Melakukan Pungli Kepada Siswa.

“Pemberian gelar pahlawan nasional bukan hanya penghormatan simbolis, tetapi pengakuan nyata atas pengabdian dan jasa besar seorang pemimpin yang membangun bangsa. Dengan dasar hukum yang kuat dan bukti pengabdian yang luar biasa, mulai dari perjuangan di masa revolusi, keberanian menumpas PKI, hingga keberhasilan membangun bangsa, warisan infrastruktur Soeharto masih dimanfaatkan hingga saat ini. Beliau memenuhi semua kriteria sebagai pahlawan nasional,” jelas Darlian Pone.

Sebagai Ketua PD AMPG Provinsi Lampung dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI Provinsi Lampung, Darlian Pone mengajak generasi muda dan seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani semangat juang kepemimpinan Soeharto. Ia menambahkan bahwa dengan mengakui jasa tokoh bangsa seperti Soeharto, kita menghargai jasa pendahulu dalam pengabdian bagi bangsa dan negara.

“Beliau menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat bela negara yang tinggi. Semangat itu sejalan dengan komitmen kami di FKPPI untuk turut menjaga keutuhan NKRI dan menanamkan nilai cinta tanah air di kalangan generasi muda. Negara besar adalah negara yang menghargai jasa para pemimpinnya. Sudah saatnya bangsa ini memberikan pengakuan dan anugerah resmi kepada Soeharto sebagai pahlawan nasional,” pungkas Darlian Pone.

Baca juga :  Safari Ramadan Bupati OKU Timur: Angka Harapan Hidcapai 72 Tahun, Jadi Indikator Kesejahteraan Masyarakat

Pernyataan ini mencerminkan pandangan yang berkembang di sebagian masyarakat Indonesia mengenai perlunya rekognisi atas jasa-jasa Soeharto. Meskipun memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade dengan berbagai kontroversi, termasuk isu KKN, banyak yang mengakui kontribusinya dalam pembangunan ekonomi dan stabilitas politik.

Wacana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto bukan hal baru dan selalu memicu perdebatan. Pendukung Soeharto berpendapat bahwa kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur, swasembada pangan, dan stabilitas nasional tidak dapat diabaikan. Di sisi lain, para kritikus menyoroti pelanggaran HAM dan praktik KKN selama masa pemerintahannya.

Penting untuk mempertimbangkan berbagai perspektif dalam mengevaluasi kepemimpinan Soeharto. Sejarah mencatat bahwa tidak ada pemimpin yang sempurna, dan setiap tokoh memiliki sisi positif dan negatif. Pemberian gelar pahlawan nasional harus didasarkan pada evaluasi yang komprehensif dan objektif atas seluruh aspek kepemimpinan dan dampaknya bagi bangsa dan negara.

Baca juga :  Tasyakuran Golkar Tanggamus atas Gelar Pahlawan Pembangunan untuk Jendral Besar TNI HM. Soeharto

Keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam hal ini akan sangat signifikan. Sebagai seorang tokoh yang memiliki latar belakang militer dan pernah menjadi bagian dari pemerintahan Soeharto, pandangan Prabowo terhadap Soeharto tentu memiliki bobot tersendiri. Keputusan ini juga akan mencerminkan bagaimana bangsa Indonesia memandang sejarahnya dan bagaimana kita memilih untuk menghormati para pemimpin kita.(gnn – Putri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *