Bendung Lematang Kembali Mengalir, Air Irigasi Kini Capai Lahan Pertanian Warga Pagar Alam

Pagaralam,GemaNusantaraNews.com
Air dari Bendung Lematang akhirnya kembali mengalir dan telah menjangkau berbagai saluran irigasi sekunder yang mengairi lahan pertanian serta kebun sayur milik warga. Keberhasilan pengaliran ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat, khususnya di Kelurahan Joko, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, yang bergantung pada air irigasi untuk bercocok tanam.

Kepastian kembalinya aliran air tersebut disampaikan langsung oleh Suryanto, Staf Bidang PJPA Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS VIII), pada Selasa (20/1/2026). Ia menjelaskan bahwa normalisasi aliran terjadi setelah serangkaian pekerjaan pemeliharaan selesai dilaksanakan. Sebelumnya, aliran air sengaja ditutup untuk keperluan teknis tersebut.

“Pekerjaan jaringan primer dan sekunder telah kami laksanakan. Saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Air yang bersumber dari Bendung Lematang kembali kami alirkan setelah beberapa hari ditutup sementara untuk keperluan pembersihan dan pemeliharaan saluran,” jelas Suryanto. Hal ini menegaskan bahwa penutupan merupakan bagian dari upaya perawatan infrastruktur untuk keberlanjutan sistem.

Baca juga :  Tradisi Kenal Pamit Wujudkan Sinergi dan Keakraban Pasca Sertijab di Polres OKU

Lebih detail, Suryanto memaparkan bahwa pintu Bendung Lematang saat ini telah dibuka dengan ketinggian sekitar lima sentimeter. Dari bukaan tersebut, air telah berhasil menjangkau dan mengisi seluruh saluran sekunder yang vital, meliputi Tapus, Selebang, Joko Utama, Joko Kiri, Jojoko Kanan, hingga Salipaya, sehingga mencakup wilayah yang luas.

D.I. Lematang bukanlah proyek biasa, melainkan merupakan irigasi semi teknis yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Sumatera Selatan. Proyek yang diusulkan Pemerintah Kota Pagar Alam ini memiliki target ambisius untuk melayani sekitar 3.000 hektare lahan sawah, yang menunjukkan skala dan dampak strategisnya bagi ketahanan pangan daerah.

Baca juga :  Dialog Langsung di Akar Rumput, Bahri Serap Aspirasi Warga Ulubrayun untuk Pembangunan yang Berkeadilan

Meski demikian, BBWS VIII dengan jujur mengakui bahwa pemanfaatan penuh irigasi Lematang belum dapat berjalan secara maksimal. Kendala utama terletak pada belum dibangunnya saluran tersier yang menghubungkan jaringan sekunder ke petak-petak sawah individu, serta belum terlaksananya program cetak sawah secara menyeluruh di daerah layanan.

Menyikapi tantangan itu, BBWS VIII mengharapkan kolaborasi lebih lanjut dari Pemerintah Kota Pagar Alam, khususnya melalui Dinas Pertanian. Percepatan program cetak sawah dan pembangunan saluran tersier dinilai sangat mendesak. Kabar baiknya, pembangunan saluran tersier dianggap lebih mudah direalisasikan karena tidak memerlukan proses pembebasan lahan yang rumit.

Manfaat langsung dari kembalinya aliran air ini telah dirasakan warga. Suyadi, salah satu warga RT 02 RW 01 Kelurahan Joko, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. “Kami sangat terbantu… Dengan mengalirnya air irigasi Lematang ini, kami bisa mengairi dan menyiram tanaman sayur di kebun kami,” ujarnya, menggambarkan dampak nyata proyek ini bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.(gnn/M.Ali).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *