Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com –
Personel Kepolisian Sektor Baturaja Timur menunjukkan respons cepat pasca bencana hidrometeorologi dengan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah titik terdampak banjir.
Pada kegiatan yang berlangsung Selasa kemarin, aparat tidak hanya memastikan kondisi lingkungan telah pulih, tetapi juga memverifikasi progres perbaikan infrastruktur drainase yang sebelumnya rusak akibat luapan air.
Hasilnya, perbaikan drainase mencatatkan progres positif dan wilayah banjir dinyatakan aman serta normal kembali, menandai keberhasilan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Lokasi-lokasi yang menjadi fokus pemantauan berada di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Secara spesifik, personel Polsek Baturaja Timur meninjau Taman Sari RT 01 dan RT 03 RW 03 Kelurahan Sukaraya, serta RT 03 Dusun 7 Desa Air Paoh.
Ketiga titik ini sebelumnya merupakan kawasan dengan genangan air tertinggi dan infrastruktur jalan yang sempat terendam.
Pengecekan kondisi terkini pasca banjir dilakukan pada Selasa, 6 April 2026.
Pada waktu tersebut, personel kepolisian tidak hanya melakukan inspeksi visual, tetapi juga berdialog langsung dengan warga setempat untuk menyerap aspirasi serta memastikan tidak ada kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi.
Pemilihan waktu ini strategis karena genangan air telah sepenuhnya surut, sehingga progres fisik perbaikan bisa diamati secara akurat.
Polsek Baturaja Timur bertindak sebagai aktor utama dalam pengecekan ini, dengan dukungan penuh dari Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, SIK., MAP.
Tujuan utama dari turun langsung aparat adalah untuk memastikan keamanan lingkungan pasca banjir sekaligus mengawal proses pemulihan infrastru agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan tenang.
Selain itu, dialog dengan warga dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan sosial atau kriminal yang kerap muncul pasca bencana.
Dalam pemantauan infrastruktur, polisi mencatat tiga kemajuan signifikan.
Pertama, pemasangan box culvert (gorong-gorong kotak) telah selesai 100 persen, memungkinkan aliran air lintas saluran berjalan lancar.
Kedua, proses pemadatan tanah di sepanjang bantaran drainase sedang berlangsung sebagai persiapan pengaspalan.
Ketiga, pemasangan talut (dinding penahan tanah) telah rampung untuk memperkuat struktur saluran air agar tidak mudah longsor saat hujan deras.
Hasil pemantauan menunjukkan situasi di seluruh wilayah terdampak telah kembali normal.
Tidak ditemukan lagi genangan air yang signifikan, dan aktivitas masyarakat seperti berdagang, bersekolah, serta bekerja sudah berjalan seperti sedia kala.
Yang terpenting, tidak ada korban jiwa maupun warga yang masih mengungsi, menandakan sistem peringatan dini dan evakuasi yang berjalan efektif.
Dapur umum yang sempat dibuka untuk penanganan darurat pasca banjir kini telah resmi dihentikan operasionalnya.
Penghentian ini dilakukan karena kondisi wilayah dinilai sudah kondusif dan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi tanpa harus bergantung pada bantuan logistik darurat.
Sementara itu, proses perbaikan drainase terus berjalan sesuai rencana dan diharapkan mampu mencegah banjir berulang di masa depan.
Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian, mewakili Kapolres AKBP Endro Aribowo, menegaskan bahwa secara umum situasi pasca banjir sudah pulih total.
“Penanganan dilakukan melalui koordinasi antara kepolisian, pemerintah setempat, dan unsur terkait lainnya.
Perbaikan infrastruktur yang sedang berlangsung diharapkan dapat meminimalisir risiko banjir di masa mendatang, sementara situasi kamtibmas tetap terjaga aman dan kondusif,” ujarnya.
Dengan progres ini, Baturaja Timur memasuki fase pemulihan penuh tanpa ancaman banjir susulan.(red)












