Puncak Spektakuler di Baturaja: 2363 Batu Akik Nusantara Perebutkan Mahkota di Hari Penobatan

Baturaja OKU Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Hari ini, Minggu 18 Januari 2026, menjadi puncak sejarah bagi dunia perbatuan Indonesia. Kontes Batu Akik Nasional YPN Part 4 “The Rock Show Gems Community” memasuki hari ketiga sekaligus penutup dengan agenda utama penobatan juara umum. Ajang bergengsi yang mempertemukan kekayaan geologis Nusantara ini digelar di Aula Resto Hotel Bukit Indah Lestari (BIL), Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Acara yang berlangsung selama tiga hari (16-18 Januari 2026) ini bertujuan tidak hanya untuk mencari batu terbaik, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memajukan ekonomi kreatif komunitas batu akik nasional.

Kontes yang digelar oleh Yudi  Purna Nugraha (YPN) ini merupakan edisi keempat dan tercatat sebagai salah satu yang terbesar. Sebanyak 2363 kategori kelas kontes disediakan, mencakup hampir semua jenis batu akik terkenal dari berbagai penjuru tanah air. Mulai dari Idocrase Aceh, Bacan asal Maluku,hingga Blue Chalcedony khas Baturaja sendiri, turut meramaikan dan memperebutkan gelar juara. Keragaman ini menjadikan acara tersebut sebuah pameran megah kekayaan alam Indonesia dalam bentuk mineral yang memesona.

Baca juga :  Bendung Lematang Kembali Mengalir, Air Irigasi Kini Capai Lahan Pertanian Warga Pagar Alam

Kemeriahan telah dimulai sejak Jumat (16/1) dengan proses pendaftaran ulang, technical meeting, dan penataan puluhan meja pajangan bagi para peserta. Hari kedua, Sabtu (17/1), adalah fase penilaian intensif yang menjadi jantung dari kompetisi. Sepuluh juri nasional yang diundang khusus melakukan pemeriksaan mendetail terhadap setiap batu yang diikutsertakan. Sementara proses juri berlangsung, area exhibition juga dibuka untuk umum, ramai dikunjungi oleh kolektor, pedagang, dan masyarakat pencinta batu yang ingin melihat langsung atau bertransaksi.

Antusiasme komunitas terlihat dari ratusan peserta yang datang dari berbagai provinsi. Mereka bukan hanya individu kolektor, tetapi juga mewakili kelompok-kelompok komunitas batu daerah yang membawa identitas dan kebanggaan lokal. Kehadiran mereka mengubah aula hotel menjadi mosaik warna dan cerita, di mana setiap batu yang ditampilkan tidak hanya dinilai dari keindahannya, tetapi juga menyimpan narasi tentang asal usul dan kearifan lokal daerahnya.

Kredibilitas kontes ini dijaga oleh panel juri yang terdiri dari sepuluh ahli ternama di bidangnya, seperti ITOP (Bogor), BEBI (Sukabumi), SANWANI, TOMMY (Jakarta), dan CHAN MO sebagai ahli lokal dari Baturaja. Mereka memiliki pemahaman mendalam dan menerapkan standar penilaian ketat yang mencakup unsur kelangkaan, keunikan motif atau corak, kualitas potongan dan poles, kesempurnaan warna, serta kejelasan gambar untuk batu jenis “picture stone”. Keputusan mereka sangat dinantikan dan dianggap sebagai pengakuan tertinggi dalam komunitas.

Baca juga :  Polres OKU Latih Personel Kuasai Manajemen Media di Era Digital

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan kehadiran MC kondang nasional, Leonardo (DABO) dari Jakarta, yang memandu seluruh rangkaian acara dengan energik. Dampak acara ini pun meluas di luar aula kontes. Hotel-hotel di sekitar Baturaja mengalami peningkatan okupansi, usaha kuliner ramai dikunjungi, dan aktivitas transportasi meningkat. Ini membuktikan bahwa gelaran ini bukan sekadar hobi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang nyata dan ajang promosi wisata bagi Kabupaten OKU.

Lebih dari sekadar kompetisi, YPN Part 4 “The Rock Show” telah berhasil menegaskan posisi Baturaja sebagai salah satu episentrum perbatuan nasional. Acara ini berfungsi sebagai platform silaturahmi raksasa, tempat para pecinta batu dari Sabang sampai Merauke bertukar ilmu, pengalaman, dan kisah di balik setiap koleksi mereka. Filosofi ini sejalan dengan semangat untuk melestarikan budaya koleksi batu akik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa yang harus dijaga.

Baca juga :  POLSEK PULAU PANGGUNG IDENTIFIKASI JENAZAH PETANI DI PERSAWAHAN PEKON TEKAD

Kini, semua mata tertuju pada penghujung acara di hari Minggu ini. Setelah melalui proses kurasi yang panjang dan ketat, momen puncak penobatan juara umum dan pemenang di ratusan kategori akhirnya tiba. Suasana harap-harap cemas dan sukacita akan memenuhi Hotel BIL, mengakhiri tiga hari festival spektakuler yang merayakan keindahan alam, kekuatan komunitas, dan kreativitas manusia dalam mengolah kekayaan Nusantara. Kontes ini tidak hanya mencatat pemenang baru, tetapi juga menorehkan sejarah baru dalam dinamika dunia batu akik Indonesia.(gnn/esk).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *