Suasana Khusyuk dan Aman: Polres OKU Kawal Ibadah Misa Perdana 2026 di GPIN Baturaja Timur

Baturaja,OKU,Sumsel,GemaNusantaraNews.com – Menyambut tahun baru 2026 dengan penuh ketenangan dan keimanan, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) telah melaksanakan tugas pengamanan khusus untuk ibadah Misa Tahun Baru. Kegiatan ini berlangsung di Gereja Protestan Injil Nusantara (GPIN) yang terletak di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, pada Kamis pagi, 1 Januari 2026. Operasi pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga kerukunan dan keamanan seluruh masyarakat selama momen pergantian tahun.

Dipimpin secara langsung oleh Perwira Pengendali (Padal) Pengamanan (PAM) Gereja GPIN, IPTU Fitrawadi, S.H., sebanyak 13 personel Polres OKU diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan jalannya ibadah. Kehadiran mereka bertujuan utama untuk menciptakan rasa aman dan nyaman, sehingga seluruh jemaat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa kekhawatiran. Kapolres OKU melalui operasi ini menegaskan prioritasnya pada keselamatan warga dalam setiap kegiatan keagamaan.

Melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, IPTU Fitrawadi menyampaikan bahwa prosedur pengamanan telah dimulai jauh sebelum ibadah dimulai. Tim terlebih dahulu melakukan sterilisasi menyeluruh di seluruh area gereja dan sekitarnya. Hasil pemeriksaan ini dinyatakan bersih, tidak ditemukan satupun benda atau hal mencurigakan yang berpotensi mengganggu jalannya peribadatan. Langkah preventif ini merupakan standar operasional untuk meminimalisir segala bentuk ancaman.

Baca juga :  Sabu Dibuang di Depan Indomaret, Dua Tersangka Jaringan Narkoba Prabumulih Diamankan dalam Satu Operasi

“Alhamdulillah, Ibadah Misa Tahun Baru 2026 di Gereja GPIN ini dapat berjalan dengan sangat aman dan lancar dari awal hingga akhir,” ujar IPTU Fitrawadi yang disampaikan oleh AKP Ferri Zulfian. Ia menjelaskan bahwa personelnya melaksanakan dua lapis pengamanan, yaitu secara terbuka (visible) untuk memberikan efek deterren dan rasa aman, serta secara tertutup (non-visible) untuk memantau situasi lebih intensif. Strategi ini dinilai efektif menjaga situasi tetap kondusif.

Ibadah yang khusyuk tersebut dipimpin oleh Pendeta Tua Nainggolan dengan mengusung tema spiritual yang mendalam, “Yesus Kristus Juru Selamat Kita”. Tema ini diambil dari firman dalam Kitab Yesaya pasal 9 ayat 1 hingga 6. Sekitar 50 orang jemaat hadir dalam misa perdana di tahun 2026 tersebut, mengawali tahun baru dengan doa, refleksi, dan pengharapan di rumah ibadah mereka. Suasana khidmat terasa menyelimuti seluruh ruangan gereja.

Baca juga :  Transformasi di Balik Jeruji: Rutan Baturaja Gulirkan Program Pesantren Intensif untuk Perkuat Moral Warga Binaan

Kegiatan peribadatan tersebut berakhir sekitar pukul 12.00 siang waktu setempat. Setelah ibadah usai, personel pengamanan tetap bertugas memastikan para jemaat dapat berpulang dengan tertib dan lancar. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan gereja benar-benar terkendali, tanpa ada insiden atau gangguan yang berarti selama dan setelah acara berlangsung.

Dalam pernyataan penutupnya, Polres OKU kembali menegaskan komitmen kuat institusi tersebut. Setiap kegiatan keagamaan, tanpa terkecuali, akan diberikan pelayanan pengamanan yang maksimal. Komitmen ini khususnya ditingkatkan selama periode-periode penting seperti perayaan Natal dan Tahun Baru, yang merupakan malam-malam rawan namun suci bagi umat Kristiani.

Pengamanan ini bukan hanya sekadar tugas operasional, tetapi lebih jauh merupakan wujud nyata pelayanan Polri kepada seluruh masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga dan memupuk toleransi, serta kerukunan antarumat beragama di Kabupaten OKU. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, perayaan keagamaan dapat menjadi momen yang aman, damai, dan bermakna bagi semua pihak.(gnn/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *