Gerakan Ketahanan Pangan Dimulai dari Tanjung Pura: Polri Dukung Penanaman Jagung 2 Hektar

Baturaja OKU,Sumsel,Gemanusantaranews.com
Dalam upaya nyata mendukung program ketahanan pangan nasional,Bhabinkamtibmas Polsek Pengandonan turut serta dalam kegiatan penanaman jagung di lahan seluas 2 hektar di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025 ini, merupakan implementasi dari program binaan desa untuk mewujudkan swasembada pangan dan stabilitas harga komoditas pertanian.

Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen penting pembangunan desa,menciptakan kolaborasi yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan tenaga ahli. Turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) Pengandonan, Bhabinsa Koramil Pengandonan, perwakilan Kapolsek Pengandonan melalui Bhabinkamtibmas, serta jajaran Dinas Pertanian OKU. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen bersama terhadap program strategis ini.

Dukungan teknis juga hadir langsung di lapangan dengan partisipasi Tenaga Ahli dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Pengandonan.Sementara dari pihak pemerintah desa, hadir Kepala Desa Tanjung Pura beserta seluruh perangkat desa, serta Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan anggotanya. Sinergi ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program dari hulu hingga hilir.

Baca juga :  Warga Baturaja Protes: Foto Disalahartikan Sebagai Pengemplang Motor di Facebook, Pelapor Siap Jalani Proses Hukum

Kapolres Oku,Akbp Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Pengandonan, Akp Hariyanto, S.E., menyampaikan pesan strategis mengenai tujuan besar di balik kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa penanaman jagung raya ini bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan bagian dari gerakan nasional untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia, sekaligus mendorong program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

Lebih rinci,Kapolsek menjelaskan bahwa peningkatan produksi jagung di tingkat desa seperti ini secara langsung dapat berkontribusi menekan volume impor. Selain itu, program ini secara khusus ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah dan menjaga stabilitas harga komoditas utama, khususnya jagung, di pasaran lokal.

Baca juga :  Lumbung Jagung Sumsel Berbuah, OKU Timur Jadi Episentrum Swasembada Pangan Nasional

Dari sisi ekonomi,program ini dirancang dengan model yang memberikan manfaat berantai. Dengan mempersingkat rantai distribusi komoditas, program ini menciptakan kepastian harga yang menguntungkan bagi petani. Di sisi lain, industri juga diuntungkan dengan jaminan pasokan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan menghasilkan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat konsumen.

Keunggulan model kemitraan ini terletak pada penyerapan hasil panen.Jagung yang dihasilkan dari lahan seluas 2 hektar di Desa Tanjung Pura ini telah memiliki pasar yang jelas, karena akan langsung diserap oleh berbagai industri besar. Skema ini menghilangkan kekhawatiran petani akan kesulitan pemasaran dan fluktuasi harga yang merugikan.

Keikutsertaan Bhabinkamtibmas dalam setiap tahapan program,mulai dari perencanaan hingga implementasi di lapangan, mencerminkan peran Polri yang semakin meluas dalam membangun kemandirian masyarakat. Peran ini tidak terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas), tetapi juga aktif menjadi katalisator dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaannya.(gnn – red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *