BATURAJA OKU,SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com –
Waka Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu (OKU), Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.A., melaksanakan pengecekan mendadak terhadap pelaksanaan piket penjagaan dan piket tahanan di Mapolres setempat.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan strategis untuk memastikan tidak hanya kesiapan personel piket, tetapi juga untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan di kalangan tahanan.
Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya preventif menjaga kondisi fisik dan mental para tahanan selama menjalani masa penahanan.
Kegiatan pengecekan tersebut berlangsung pada hari Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Ruang Tahanan dan Pos Jaga Mapolres OKU, Baturaja.
Pelaksanaannya dilakukan segera setelah upacara serah terima piket penjagaan rutin, sehingga situasi pengamanan masih dalam suasana transisi pergantian shift.
Lokasi pengecekan difokuskan pada area sel tahanan dan pos-pos kunci yang menjadi pusat aktivitas pengawasan harian.
Pengecekan langsung dipimpin oleh Waka Polres OKU Kompol Eryadi Yuswanto, didampingi oleh beberapa perwira piket serta petugas Polri yang sedang menjalankan tugas piket penjagaan dan piket tahanan.
Para petugas yang bertugas saat itu diminta untuk mendampingi jalannya inspeksi dan memberikan laporan secara transparan mengenai kondisi terkini para tahanan.
Keterlibatan langsung pejabat utama ini menandakan seriusnya perhatian pimpinan terhadap aspek pelayanan publik di lingkungan tahanan.
Dalam pelaksanaannya, Waka Polres OKU melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dengan metode observasi fisik dan wawancara langsung.
Beliau memeriksa satu per satu jumlah personel piket yang bertugas, lalu meneliti seluruh sudut ruang tahanan termasuk barang-barang bawaan tahanan yang disimpan di dalam sel.
Tahapan paling krusial adalah ketika beliau berdialog langsung dengan para tahanan masyarakat untuk menanyakan kondisi kesehatan mereka serta keluhan apa pun yang dirasakan selama berada di ruang tahanan Polres OKU.
Pengecekan berlangsung secara sistematis dengan urutan yang jelas: dari ruang jaga, kemudian ke sel tahanan, dan diakhiri dengan pengarahan.
Kegiatan ini juga bersifat sinergis karena melibatkan komunikasi aktif antara pimpinan, petugas jaga, dan para tahanan, sehingga menciptakan arus informasi dua arah yang harmonis.
Selain itu, pendekatan yang digunakan sangat suportif; Waka Polres tidak terlihat menggurui, melainkan dengan empati mendengarkan keluhan tahanan, bahkan menjanjikan tindak lanjut untuk kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.
Sebagai tindak lanjut dari temuan di lapangan, Waka Polres OKu langsung menginstruksikan perbaikan beberapa hal teknis.
Instruksi pertama adalah meningkatkan frekuensi kontrol tahanan dari yang sebelumnya terjadwal menjadi setiap saat secara insidental.
Instruksi kedua adalah memastikan jadwal olahraga bagi tahanan berjalan rutin, serta mengecek kualitas dan asupan makanan harian.
Langkah tegas ini diambil untuk mencegah timbulnya penyakit fisik seperti diare atau skin infection yang sering muncul akibat lingkungan tidak higienis.
“Waka Polres OKU juga menekankan kepada petugas jaga tahanan agar kewaspadaan ditingkatkan, lakukan pengecekan dan kontrol tahanan setiap saat, dan jaga kebersihan serta perhatikan makan dan olahraga tahanan sehingga para tahanan tidak berpikiran macam-macam selama ditahan,” tegas Kompol Eryadi dalam arahannya.
Penekanan pada kebersihan menjadi prioritas mutlak karena menyangkut langsung kesehatan puluhan jiwa yang tinggal dalam ruang terbatas.
Petugas diwajibkan menyediakan sabun, alat pel lantai, serta memastikan sirkulasi udara di dalam sel berfungsi optimal.
Dengan adanya pengecekan komprehensif ini, diharapkan standar pelayanan tahanan di Polres OKU dapat terus meningkat.
Langkah Waka Polres tersebut tidak hanya menjaga aspek keamanan (security), tetapi juga aspek kemanusiaan (humanity) dengan menjamin hak dasar tahanan atas lingkungan sehat.
Hasil akhir yang ingin dicapai adalah terciptanya kondisi tahanan yang sehat jasmani dan rohani, sehingga selama masa penahanan mereka tidak memiliki beban pikiran negatif dan proses hukum dapat berjalan dengan kondusif.(red)












