BATURAJA OKU, SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com –
Dalam rangka mengantisipasi tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak, jajaran Satuan Reserse Kriminal khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pencegahan dan Penindakan Prostitusi Online (PPO) Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menggelar patroli skala besar.
Kegiatan ini juga menyasar pada penyelidikan prostitusi online dan perdagangan orang yang belakangan marak terjadi.
Patroli preventif tersebut dilaksanakan pada Rabu malam, 6 Mei 2026, di seputaran wilayah Kota Baturaja, yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Kabupaten OKU.
Lokasi-lokasi yang menjadi fokus utama pengawasan meliputi area penginapan, hotel di Kecamatan Baturaja Timur, Taman Kota Baturaja, Terminal, serta berbagai lokasi rawan lainnya yang berpotensi terjadi kekerasan seksual.
Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Feri Zulfian, menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan berasal dari Sat Res PPA-PPO yang dipimpin langsung oleh Kanit 1 PPO, Ipda Erwinsyah, S.H.
Bersama sejumlah personel lainnya, mereka turun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan kelompok rentan.
Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipasi tingginya potensi kejahatan terhadap perempuan dan anak yang sering mencitrakan Baturaja sebagai area rawan.
Metode yang digunakan tidak hanya patroli konvensional di jalan dan lokasi gelap, tetapi juga patroli cyber dengan menyisir aplikasi MiChat dan berbagai media sosial yang kerap menjadi sarana transaksi prostitusi online.
Dari hasil patroli cyber tersebut, petugas mendeteksi masih adanya akun-akun mencurigakan di aplikasi MiChat yang secara terbuka menawarkan jasa prostitusi online.
Fakta ini menjadi temuan penting bahwa praktik eksploitasi seksual secara digital masih berlangsung di wilayah hukum Polres OKU, meskipun tidak ditemukan aksi kekerasan fisik secara langsung di lapangan.
Sementara itu, dari patroli fisik di sekitaran Kota Baturaja, belum ditemukan adanya tindak pidana kekerasan pada perempuan dan anak maupun kekerasan seksual.
Petugas terus meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan, sekaligus melakukan klarifikasi serta penyelidikan lanjutan terhadap akun-akun MiChat yang diduga menawarkan jasa eksploitasi seksual.
Tidak hanya menyisir lokasi, petugas juga menggelar sosialisasi dan klarifikasi secara masif ke kos-kosan, tempat hiburan, serta hotel-hotel yang dinilai berpotensi menjadi lokasi praktik eksploitasi seksual.
Selain itu, koordinasi intensif dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan tindak pidana perdagangan orang di wilayah.
Dengan pendekatan yang singkat, padat, jelas, dan tepat sasaran, patroli malam ini membuktikan komitmen Polres OKU dalam melindungi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak di bawah umur.
Kegiatan preventif ini akan terus berlangsung secara berkala guna menekan angka kejahatan seksual dan menciptakan lingkungan Kota Baturaja yang aman bagi seluruh warga.(red)












