Gemanusantaranews.com,Baturaja, OKU,Sumatera Selatan — SMA Negeri 7 OKU akan menggelar Workshop Pembuatan Kain Jumputan bertema “Kreativitas Budaya Lokal untuk Generasi Muda di SMA Negeri 7 OKU” pada 22–24 Oktober 2026 di Aula SMA Negeri 7 OKU, Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini menjadi agenda sekolah untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.
Penyelenggaraan workshop berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan/Dinas Pendidikan dan SMA Negeri 7 OKU.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.
Workshop bertujuan menumbuhkan kreativitas siswa serta memperkuat pemahaman terhadap kain jumputan sebagai salah satu warisan budaya Sumatera Selatan.
Melalui pelatihan langsung, generasi muda diajak mengenal proses pembuatan kain jumputan, mulai dari pengenalan motif, teknik ikat, hingga pewarnaan.
Kepala SMAN 7 OKU, Agus Widodo, M.Pd., disebut mendukung terselenggaranya kegiatan ini di lingkungan sekolah.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran berbasis budaya lokal bagi para siswa.
Selain itu, workshop menghadirkan narasumber Muhammad Sidiq, Owner Aditya Jumputan Palembang, yang memiliki pengalaman di bidang kain jumputan.
Keterlibatan narasumber dari Aditya Jumputan Palembang diharapkan memperkaya wawasan peserta tentang praktik jumputan di tingkat lokal.
Selama tiga hari, peserta dijadwalkan memperoleh materi dan praktik pembuatan kain jumputan.
Materi diarahkan pada pengenalan bahan, teknik pengikatan kain, proses pewarnaan, serta pembentukan motif khas jumputan, dengan Aula sekolah dipilih sebagai pusat kegiatan agar proses belajar dan praktik berlangsung tertib dan terarah.
Peserta workshop adalah generasi muda di lingkungan SMA Negeri 7 OKU yang diharapkan dapat menyerap pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan kreatif.
Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi penonton budaya, tetapi juga pelaku yang mampu menghasilkan karya.
Pemilihan kain jumputan sebagai tema workshop dilatarbelakangi pentingnya penguatan identitas budaya lokal di kalangan pelajar.
Jumputan dikenal sebagai produk budaya dan kerajinan yang memiliki nilai estetika serta potensi ekonomi kreatif, sehingga workshop ini diharapkan menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan pengembangan kreativitas generasi muda.(red)













