Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Pondok Pesantren Al-Fakhriyah Baturaja memasuki babak baru sejarahnya dengan merayakan Hari Lahir(Harlah) ke-8 atau 1 windu. Momentum istimewa yang menunjukkan perkembangan pesat lembaga pendidikan Islam ini dirayakan dalam sebuah acara khidmat dan penuh syukur yang diselenggarakan di Kampus 2-nya, Selasa (16/12/2024).
Bertempat di Dusun IV,Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, perayaan ini tidak hanya dihadiri oleh keluarga besar pesantren. Kebersamaan itu terlihat dari kehadiran pejabat teras Polres Ogan Komering Ulu (OKU), yang diwakili langsung oleh Kasat Intelkam, AKP Budiyono, S.H. Kehadiran institusi penegak hukum ini menegaskan komitmennya untuk senantiasa dekat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan pesantren.
Secara khusus,Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi yang mendalam melalui pernyataan resmi. Pesan tersebut disampaikan kepada publik oleh Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, yang menyebutkan bahwa peringatan Harlah ini merupakan agenda rutin tahunan Ponpes Al-Fakhriyah sebagai wujud syukur dan evaluasi perjalanan dakwah.
Dukungan nyata juga datang dari Pemerintah Kabupaten OKU.Acara ini dihadiri secara langsung oleh Wakil Bupati OKU, Ir. H. Marjito Bachri, S.T., didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda), H. Darmawan. Hadirnya pimpinan daerah ini mencerminkan pengakuan dan dukungan pemerintah terhadap kontribusi pesantren dalam membangun sumber daya manusia dan karakter masyarakat OKU.
Sinergi yang terbangun semakin lengkap dengan kehadiran tokoh agama dan perwakilan instansi kunci.Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten OKU, H. Rahmat Subeki, turut memberikan nuansa religius dan kebersamaan umat. Acara juga dimeriahkan oleh kehadiran Danramil Baturaja, Kapten Inf. Surasa, dan Kapolsek Baturaja Timur yang diwakili Wakanya, IPTU Bustami, menunjukkan kolaborasi TNI-Polri yang solid.
Peserta undangan dari lingkungan pendidikan nasional turut memberi warna.Kehadiran Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqia Lampung beserta Buk Nyai, perwakilan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) OKU, serta pimpinan dan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Forum Pondok Pesantren (DPP FORPESS) menunjukkan bahwa Al-Fakhriyah telah menjadi bagian dari jaringan pendidikan pesantren yang lebih luas dan diakui.
Pada intinya,peringatan Harlah 1 Windu ini bukan sekadar seremoni. Acara ini berfungsi sebagai refleksi atas delapan tahun perjalanan dakwah dan pendidikan, sekaligus momentum untuk mempererat silaturahmi dengan seluruh pihak yang telah mendukung. Kehadiran tamu-tamu penting dari berbagai latar belakang menjadi bukti nyata bahwa pesantren telah menjadi pusat peradaban dan pemersatu masyarakat.
Dengan dihadiri oleh perwakilan tiga pilar utama masyarakat—aparat keamanan(Polri/TNI), pemerintah daerah, dan tokoh agama—perayaan ini menjadi simbol kuat sinergi dan hubungan harmonis yang terjalin di Kabupaten OKU. Pondok Pesantren Al-Fakhriyah, melalui momen bersejarah ini, menegaskan posisinya bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan sosial, moral, dan spiritual masyarakat.(gnn/red).












