Sinergi Polri-Petani OKU, Lahan Sawit 5 Hektare Disulap Jadi Lumbung Jagung Ketahanan Pangan

Gemanusantaranews.com,Baturaja OKU,Sumatera Selatan –
Dalam langkah strategis mewujudkan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Sosoh Buay Rayap bersama kelompok tani melaksanakan penanaman jagung serentak seluas 5 hektare di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit.

Kegiatan yang masuk dalam program Tanam Jagung Kuartal III Tahun 2026 ini bukan sekadar seremoni, melainkan aksi nyata optimalisasi lahan produktif demi meningkatkan ketersediaan pangan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Dengan mengusung sistem tumpang sari, langkah ini menjawab tantangan keterbatasan lahan khusus melalui pendekatan pertanian terpadu yang efisien dan berkelanjutan.

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Sosoh Buay Rayap AKP Sunadir, kegiatan ini berlangsung di Desa Lubuk Baru, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten OKU, pada Selasa (28/7/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Turut hadir dalam barisan lapangan Kanit Binmas Aiptu Amir Ramadhan, Bhabinkamtibmas Desa Lubuk Baru Bripka Julindra, serta Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Melati Putih, Asep Suryadi, yang didampingi oleh puluhan petani setempat.

Kehadiran seluruh elemen ini menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah misi kolektif yang tidak bisa berjalan sendiri.

Pelaksanaan kegiatan pada pertengahan tahun 2026 ini menjadi bagian dari agenda nasional yang dicanangkan pemerintah untuk memperkuat cadangan pangan di tengah dinamika iklim dan fluktuasi harga komoditas.

Baca juga :  Polisi Gelar Patroli Dialogis di Pasar Atas Baturaja, Ajak Warga Jadi Mitra Kamtibmas

Alasan utama di balik aksi tanam ini adalah mendorong produktivitas lahan tidur atau lahan sela di bawah tegakan sawit agar tidak sia-sia.

Selain itu, program ini juga bertujuan menekan angka impor jagung sekaligus membangun kemandirian pangan dari tingkat desa hingga nasional.

Kegiatan dilakukan dengan menerapkan metode tumpang sari, yaitu menanam jagung di antara barisan pohon kelapa sawit yang masih berusia muda, sehingga sinar matahari dan unsur hara tetap dapat dimanfaatkan secara optimal.

Bibit yang digunakan adalah jagung pipil varietas MAXXI, yang dikenal memiliki batang kokoh, adaptif terhadap naungan, serta produktivitas tinggi dengan potensi hasil mencapai 8–10 ton per hektare.

Proses penanaman dilakukan secara manual dengan jarak tanam terukur, diikuti dengan pemupukan awal guna memastikan pertumbuhan maksimal dalam tiga bulan ke depan.

Dengan luas lahan 5 hektare dan menggunakan varietas unggul MAXXI, kegiatan ini ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 50 ton jagung pipilan kering per musim tanam.

Hasil panen nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi pangan langsung, tetapi juga akan diserap oleh industri pakan ternak di wilayah OKU dan sekitarnya.

Baca juga :  Polda Sumsel Kawal Jenazah Korban Laka Bus ALS Hingga Tegal: Empati Polri di Tengah Duka

Hal ini membuka peluang ekonomi baru bagi petani, sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Kapolres OKU AKBP Helmy Mahaesa, S.I.K., M.I.K. melalui Kapolsek AKP Sunadir menegaskan bahwa jajaran Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai motor penggerak program-program kerakyatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani untuk menyukseskan program swasembada pangan,” ujar AKP Sunadir di sela-sela penanaman.

Komitmen ini menjadi bukti bahwa pendekatan kewilayahan Polri kini semakin humanis dan produktif.

Kapolsek juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gapoktan Melati Putih dan para petani yang terus berinovasi memanfaatkan lahan perkebunan melalui pola tanam tumpang sari.

Menurutnya, semangat gotong royong dan kemauan belajar teknik pertanian modern adalah kunci utama keberhasilan program ini.

Dengan sistem tersebut, produktivitas lahan meningkat tanpa harus mengorbankan tanaman utama kelapa sawit, sehingga petani dapat menikmati dua sumber pendapatan sekaligus dalam satu siklus tanam.

Baca juga :  Debit Air Surut Drastis, AWaSI Jambi Tuding PLTA Kerinci Biang Kerok Pengurasan Danau

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara Polri, pemerintah daerah, dan pelaku usaha tani, sektor pertanian di Kabupaten OKU diharapkan semakin maju, tangguh, dan mandiri.

Program ini tepat sasaran karena menyasar langsung akar masalah kekurangan pasokan pangan di pedesaan, sekaligus memberdayakan petani dengan teknologi dan bibit unggul.

Ke depan, Polsek Sosoh Buay Rayap berencana memperluas areal tanam dan melakukan pendampingan rutin hingga masa panen, guna memastikan hasil optimal dan menjadikan OKU sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional dari wilayah Sumatera Selatan.(red)