Gemanusantaranews.com,Baturaja OKU,Sumatera Selatan –
Musibah kebakaran hebat melanda sebuah rumah tinggal di wilayah Kecamatan Ulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Selasa sore, 28 Juli 2026, sekitar pukul 17.20 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan yang sebagian besar konstruksinya terbuat dari kayu.
Meskipun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa berkat tindakan sigap sang pemilik rumah.
Korban pemilik rumah adalah Kirdawi (60), seorang warga Dusun II, Desa Kelumpang, Kecamatan Ulu Ogan.
Rumah yang terbakar merupakan satu-satunya tempat tinggal ia sekeluarga, yang berlokasi di permukiman padat penduduk setempat.
Saat kejadian berlangsung, Kirdawi tidak berada di dalam rumah, melainkan sedang sibuk mengupas buah pinang di halaman, sekitar 15 meter dari bangunan tempat tinggalnya.
Kejadian nahas itu pertama kali diketahui Kirdawi ketika ia melihat kepulan asap tebal mulai membubung dari arah rumahnya.
Tanpa berpikir sedetik pun dan mengesampingkan bahaya yang mengancam jiwanya, pria sepuh itu langsung berlari deras menuju rumah dan menerobos masuk ke dalam kobaran api yang mulai membesar.
Motivasi tunggalnya sangat jelas: menyelamatkan anaknya yang masih berada di dalam rumah dan merupakan seorang penyandang disabilitas intelektual, sehingga tidak mampu menyelamatkan diri sendiri.
Dengan keberanian luar biasa, Kirdawi berhasil menemukan dan mengevakuasi anaknya ke tempat yang aman di luar rumah. Namun, begitu keduanya berhasil keluar, api dengan cepat membesar dan dalam waktu singkat melalap seluruh bagian rumah yang berbahan dasar kayu.
Tidak ada satu pun harta benda yang dapat diselamatkan; seluruh bangunan beserta isinya hangus terbakar. Akibat musibah ini, korban diperkirakan menderita kerugian material hingga sekitar Rp30 juta.
Menanggapi peristiwa tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Ulu Ogan segera bergerak cepat.
Kapolres OKU AKBP Helmy Mahaesa, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Ulu Ogan Ipda Omi. F., S.E., menyatakan bahwa personelnya langsung mendatangi lokasi kejadian begitu menerima laporan dari warga.
Di tempat kejadian, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara saksama dan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata untuk mengungkap asal-usul api.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari tindakan anak korban yang berada di dalam rumah.
Diduga, anak tersebut memainkan korek api hingga membakar benda-benda mudah terbakar di sekitarnya.
Karena material bangunan dominan kayu, bara api dengan cepat merambat dan membesar di luar kendali.
Meski demikian, Ipda Omi menegaskan bahwa penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
Pihak kepolisian juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan imbauan serius kepada seluruh lapisan masyarakat.
Masyarakat diminta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Langkah preventif yang sangat ditekankan adalah menyimpan korek api, korek gas, maupun benda mudah terbakar lainnya di tempat yang benar-benar aman dan tidak terjangkau oleh anak-anak, guna meminimalisir risiko serupa terulang.
Lebih lanjut, kepolisian secara khusus mengingatkan pentingnya pengawasan ekstra terhadap anak-anak, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau keterbatasan dalam memahami bahaya.
Kolaborasi antara pengawasan orang tua dan lingkungan sekitar dinilai kunci utama mencegah tragedi berulang.
Meski harta benda ludes, rasa syukur terbesar adalah nyawa Kirdawi dan anaknya masih terselamatkan, menjadi pengingat bahwa keselamatan jiwa jauh lebih berharga dari segala materi.(red)












