PPWI Buktikan Pena dan Kepedulian Nyata, Sembako untuk Lansia Jambi Sambut HUT ke-18

JAMBI,GemaNusantaraNews.com
Dalam semangat merayakan Hari Ulang Tahun(HUT) ke-18, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) kembali membuktikan komitmennya tidak hanya di dunia jurnalistik, tetapi juga langsung di tengah masyarakat. Berkolaborasi dengan Redaksi FikiranRajat.id, PPWA melaksanakan aksi bakti sosial yang penuh makna dengan menyasar warga lanjut usia (lansia) di kawasan Perumahan Mudung Laut, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi Seberang. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (09/11/2025) ini menjadi wujud nyata dari tema HUT mereka, “Teruslah Menjadi Pilar Kebenaran dan Keadilan.”

Aksi sosial ini secara khusus ditujukan untuk para lansia di lingkungan RT 06 dan RT 07,yang seringkali menjadi kelompok rentan dan membutuhkan perhatian lebih. Secara khidmat, sejumlah paket sembako disalurkan langsung kepada para penerima. Setiap paket berisi bahan pokok berkualitas, seperti beras premium, yang diharapkan dapat meringankan beban ekonomi dan menyambung kebutuhan sehari-hari para lansia yang telah berjasa dalam mengarungi kehidupan.

Ketua Umum PPWI,Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, dalam pesannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi karitatif semata. “Pers tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga harus menghadirkan nilai kepedulian dan kemanusiaan di tengah masyarakat,” ungkap Wilson. Ia menegaskan bahwa bakti sosial ini adalah bentuk nyata dari nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi perjuangan pewarta warga, mengubah prinsip yang tertulis menjadi aksi yang terlihat.

Baca juga :  Resmikan SPPG, Santuni Tunanetra, dan Yasinan: Polres OKU Wujudkan Ketahanan Gizi dan Kepedulian Sosial

Sementara itu,Pimpinan Redaksi FikiranRajat.id, Abdul Muthalib, SH, yang turun langsung menyerahkan bantuan secara simbolis, menyoroti dimensi moral dari aksi ini. “Kita semua akan melewati fase usia lanjut, di mana tenaga dan kemampuan sudah terbatas. Karena itu, penting bagi kita menanamkan kepedulian terhadap para lansia dan warga kurang mampu,” tegasnya. Abdul Muthalib menambahkan bahwa semangat berbagi ini adalah cerminan dari jurnalisme sosial, yang mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, dan meneguhkan nilai kebangsaan.

Ucapan syukur dan haru mengiringi penyerahan bantuan tersebut.Salah seorang warga penerima manfaat, Wak Endek, tidak menyangka mendapat perhatian dari organisasi jurnalis. “Saya sangat berterima kasih kepada PPWI yang peduli kepada kami warga lanjut usia. Tenaga kami sudah terbatas, untuk mencari rezeki pun sulit,” tuturnya dengan penuh perasaan. Wak Endek pun mengucapkan doa, “Semoga PPWI sukses selalu dan terus mewarnai kehidupan sosial masyarakat.”

Baca juga :  Gebrakan Polres OKU Wujudkan Ketahanan Pangan: 76 Relawan Daftar untuk Satuan Pelayanan Gizi

Aksi bakti sosial ini sengaja dipersembahkan PPWI untuk memperingati 18 tahun perjalanan organisasinya.Momentum ini digunakan bukan hanya untuk melihat kembali kontribusi di bidang pemberitaan, tetapi juga untuk mempertegas komitmen organisasi. Tema HUT ke-18, “Teruslah Menjadi Pilar Kebenaran dan Keadilan,” sengaja diwujudkan dengan aksi lapangan ini, menunjukkan bahwa kebenaran dan keadilan juga harus direfleksikan dengan kepekaan sosial.

Melalui kegiatan ini,PPWI memberikan sebuah refleksi segar tentang peran pers di masyarakat. Kekuatan pers tidak lagi hanya bertumpu pada ketajaman pena dan objektivitas pemberitaan, tetapi juga diukur dari sejauh mana kontribusi nyatanya untuk memanusiakan manusia. Kepedulian dan tindakan nyata untuk kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari membangun masyarakat yang adil dan beradab, di mana semua lapisan, termasuk lansia, merasakan kehadiran negara melalui aksi-ksi sosial seperti ini.

Baca juga :  Pengamanan Kegiatan Kampanye Paslon Nomor Urut 1 Di Kelurahan Sekar Jaya Oktober 15, 2024

Keberhasilan acara bakti sosial di Perumahan Mudung Laut ini diharapkan menjadi pemantik untuk aksi-ksi sosial serupa di masa depan.PPWI, bersama mitra-mitranya seperti FikiranRajat.id, berkomitmen untuk terus menjadikan momentum-momentum spesial bukan sebagai seremoni, tetapi sebagai peluang untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat akar rumput dan memberikan manfaat yang benar-benar dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.(gnn – Supriyadi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *