Palembang,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com –
Polda Sumatera Selatan menggelar audit dan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh senjata api dinas personel sebagai bagian dari penguatan infrastruktur keamanan.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan operasional alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna mendukung program prioritas nasional.
Pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi oleh jajaran Satbrimob dan Bidang Propam.
Pemeriksaan intensif tersebut berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Markas Komando (Mako) Satbrimob Polda Sumsel.
Lokasi ini dipilih sebagai pusat konsolidasi personel dan persenjataan di wilayah Sumatera Selatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sistematis sejak pagi hingga sore hari.
Tim gabungan dari Satbrimob dan Bidang Propam Polda Sumsel bertindak sebagai pelaku utama pemeriksaan.
Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Azis Safiri, memastikan setiap personel pemegang senjata menjalani verifikasi ketat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, bertugas menyampaikan hasil audit kepada publik.
Langkah ini ditempuh untuk mencegah potensi penyalahgunaan senjata api serta menjamin bahwa setiap penggunaan kekuatan berada dalam koridor hukum dan SOP.
Selain itu, kegiatan ini mendukung agenda pembangunan nasional dengan menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan.
Kapolda Sumsel menegaskan kepatuhan terhadap SOP sebagai prinsip utama personel Polri.
Secara teknis, tim melakukan verifikasi fisik senjata, uji kelayakan penggunaan, serta pengecekan validitas administrasi dan izin resmi pemegang senjata.
Setiap anggota juga wajib melampirkan hasil tes psikologi terbaru.
Pemeriksaan tidak hanya menyasar senjata genggam, tetapi juga gudang persenjataan Den Gegana yang berisi perlengkapan taktis khusus.
Hasil pendataan menunjukkan tim memeriksa sebanyak 156 pucuk senjata api pendek, meliputi jenis SIG Sauer P320 dan HS-9.
Selain itu, sebanyak 600 pucuk senjata api bahu seperti AK-101 dan AK-102 turut diuji kelayakannya.
Senjata presisi tinggi jenis Steyr SSG 69 dari Den Gegana juga menjadi bagian dari audit menyeluruh ini.
Kegiatan ini menitikberatkan pada keseimbangan antara kondisi teknis senjata dan kesiapan mental personel.
Setiap pemegang senjata dipastikan memenuhi persyaratan kelayakan administratif dan psikologis.
Langkah ini menjadi benteng internal guna menjamin akuntabilitas serta transparansi institusi Polri di mata masyarakat.
Polda Sumsel berkomitmen untuk terus melakukan audit secara sistematis dan berkelanjutan.
Dengan peralatan yang layak, terstandar, dan personel yang profesional, stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan dapat terjaga.
Hal ini sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi modern, transparan, dan akuntabel dalam mendukung program strategis pemerintah.(red)












