OKU Timur Buktikan Program Kedaulatan Pangan Prabowo Berhasil, Produksi Beras Peringkat Empat Nasional

OKU TIMUR Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com – Program kedaulatan pangan nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mulai menunjukkan hasil nyata di berbagai daerah. Salah satu wilayah yang dinilai berhasil menerjemahkan kebijakan tersebut secara konkret adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) di Provinsi Sumatera Selatan. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Lanosin atau akrab disapa Enos, pemerintah kabupaten ini konsisten mengakselerasi sektor pertanian melalui berbagai program strategis.

Upaya tersebut meliputi peningkatan produksi beras, optimalisasi lahan rawa (OPLAH), serta pencetakan sawah baru di wilayah tersebut.

Langkah-langkah ini diperkuat dengan pengembangan kawasan food estate terintegrasi dan penerapan mekanisasi pertanian modern di sentra produksi Belitang, sehingga produktivitas dan efisiensi sektor pertanian terus meningkat secara signifikan.

Apresiasi atas capaian gemilang tersebut disampaikan oleh Tokoh Nasional Ruri Jumar Saef, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Tim Astacita Presiden RI periode 2014–2024 pada masa pemerintahan Joko Widodo.

Dalam pernyataannya, ia menilai langkah konkret yang dilakukan Pemerintah Kabupaten OKU Timur sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam memperkokoh ketahanan sekaligus kedaulatan pangan Indonesia.

Ruri menekankan bahwa implementasi di tingkat daerah tidak sekadar menjalankan instruksi program dari pusat, melainkan telah berkembang menjadi model pembangunan pertanian berbasis produktivitas dan efisiensi yang patut dicontoh.

Menurutnya, modernisasi alat dan mesin pertanian, penguatan jaringan irigasi teknis, hingga perluasan areal tanam menjadi indikator konkret keberhasilan yang ditunjukkan OKU Timur.

Baca juga :  Polres OKU Ungkap Kasus Pengeroyokan, Dua Pelaku Diamankan Setelah Penyidikan Mendalam

Bupati OKU Timur H. Lanosin menegaskan bahwa pihaknya memandang sektor pangan sebagai fondasi utama kedaulatan negara, sehingga harus menjadi prioritas tertinggi dalam pembangunan daerah.

Ia berpandangan bahwa pemerintah daerah memegang peran strategis dalam mendukung visi besar Presiden Prabowo yang menargetkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di masa mendatang.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan dan program pertanian terus digencarkan untuk memastikan produksi pangan lokal mampu berkontribusi maksimal terhadap kebutuhan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya di sektor pertanian.

Keberhasilan program tersebut tercermin nyata dari lonjakan produksi beras OKU Timur yang pada tahun 2025 berhasil menempati peringkat keempat nasional.

Capaian membanggakan ini menunjukkan kontribusi signifikan daerah dalam mendukung target swasembada pangan Indonesia yang dicanangkan pemerintah pusat dalam beberapa tahun mendatang.

Peringkat tersebut diraih berkat kerja keras para petani didukung penuh oleh kebijakan pemerintah daerah yang pro-petani serta penerapan teknologi pertanian modern di lapangan.

Data ini sekaligus membuktikan bahwa program kedaulatan pangan tidak hanya berhasil di tingkat konsep, tetapi juga terimplementasi dengan baik di tingkat daerah.

Lebih jauh lagi, peningkatan produksi beras di OKU Timur tidak hanya memperkuat ketahanan pangan regional dan nasional, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut.

Baca juga :  Kapolsek Baturaja Timur Pimpin Langsung Binrohtal, Bacaan Yasin hingga Doa Bersama Warnai Penguatan Mental Personel

Dengan harga gabah yang lebih kompetitif di pasaran, dukungan mekanisasi pertanian yang memudahkan pengolahan lahan, serta kepastian distribusi hasil panen, sektor pertanian diharapkan semakin kokoh sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan.

Para petani kini merasakan manfaat nyata dari program ini melalui peningkatan pendapatan dan produktivitas usaha tani mereka.

Kondisi ini pada gilirannya mendorong semangat petani untuk terus meningkatkan hasil produksi di masa-masa mendatang.

Tokoh Nasional Ruri Jumar Saef menambahkan bahwa apa yang dicapai OKU Timur dapat menjadi role model bagi daerah-daerah lain di Indonesia dalam mengimplementasikan program kedaulatan pangan.

Ia menyoroti bagaimana kombinasi antara kebijakan yang tepat, inovasi teknologi, dan dukungan infrastruktur mampu mendongkrak produktivitas pertanian secara signifikan.

Menurutnya, pendekatan terintegrasi yang diterapkan OKU Timur, mulai dari hulu hingga hilir, merupakan kunci keberhasilan yang patut direplikasi.

Hal ini membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja keras, daerah dapat menjadi motor penggerak utama tercapainya cita-cita swasembada pangan nasional.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten OKU Timur berkomitmen untuk terus melanjutkan pengembangan lahan pertanian yang ada, memperkuat infrastruktur irigasi guna menjamin ketersediaan air sepanjang tahun, serta mendorong hilirisasi produk pangan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bupati Enos menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada capaian yang sudah diraih, melainkan terus berinovasi untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

Baca juga :  Tiga Bulan Berjalan Kaki dari Surabaya Hampir Putus Asa, Tiga Personel Polres OKU Jadi Penyelamat Keluarga di Ujung Harapan

Langkah hilirisasi menjadi penting agar petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah hasil panen menjadi produk jadi yang bernilai jual lebih tinggi. Dengan demikian, kesejahteraan petani dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dengan berbagai capaian dan komitmen yang telah ditunjukkan, OKU Timur kini menjelma menjadi salah satu sentra produksi beras andalan nasional yang berkontribusi nyata terhadap program kedaulatan pangan Presiden Prabowo Subianto.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara kebijakan pusat dan implementasi daerah yang tepat sasaran mampu menghasilkan dampak luar biasa bagi ketahanan pangan bangsa. OKU Timur tidak hanya sukses meningkatkan produksi beras, tetapi juga berhasil membangun ekosistem pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi daerah-daerah lain untuk terus bergerak maju mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.(Cahya Prabu).