Guru Garda Terdepan Pendidikan: 30 Pendidik OKU Diapresiasi dalam Penganugerahan Bergengsi BGTK

Baturaja OKU Sumsel,Gemanusantaranews.com
Dalam upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan dan mengapresiasi dedikasi para pendidik,Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) menyelenggarakan Penganugerahan Apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan terpilih di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Acara bergengsi yang mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” ini berhasil menyedot perhatian sejumlah besar pelaku pendidikan di wilayah tersebut, menegaskan komitmen bersama untuk memajukan dunia pendidikan.

Puncak acara penghargaan ini dilangsungkan di Gedung Kesenian Baturaja,Kecamatan Baturaja Timur, pada Jumat, 7 November 2025. Suasana gedung dipadati oleh ratusan guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten OKU, menciptakan atmosfer yang semarak dan penuh semangat.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten OKU,yang diwakili oleh langsung oleh Asisten I Setda Kabupaten OKU, Indra Susanto, S.Sos., M.AP. Kehadirannya mewakili Bupati OKU bukan hanya sebagai formalitas, melainkan sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung setiap upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan para guru dan tenaga kependidikan di wilayahnya.

Tampil memberikan sambutan,Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, S.Ag., M.Si., menyampaikan pesan motivasi dan komitmennya yang kuat. Dengan tegas, beliau menyatakan, “Soal hak-hak bapak dan ibu guru, biar kami yang mengurus dan mengantarkannya kepada Anda,” sebuah pernyataan yang berhasil meredakan salah satu beban terbesar para pendidik dan diakhiri dengan janji untuk menciptakan ekosistem mengajar yang lebih fokus dan nyaman.

Baca juga :  Syah Afandin Serahkan Kunci Ruko Korban Kebakaran: Wujud Kepedulian dan Gotong Royong Warga Bahorok

Sambutan kunci disampaikan oleh perwakilan BGTK Provinsi Sumatra Selatan,Dra. Onorella Erma, M.Ikom. Dalam paparannya, ia menjelaskan peran strategis BGTK sebagai ujung tombak Ditjen GTK Kementerian Pendidikan. Ia menegaskan bahwa BGTK bukan sekadar lembaga administratif, melainkan pelaksana teknis yang aktif dalam mentransformasi kebijakan nasional menjadi program-program nyata di lapangan untuk memberdayakan guru.

Lebih lanjut,Onorella Erma membeberkan pilar-pilar program BGTK yang komprehensif. Program-program andalan tersebut mencakup pelatihan dan pengembangan kompetensi berkelanjutan, pendampingan profesional, pengembangan model pembelajaran inovatif, serta fokus khusus pada pemberdayaan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk memastikan pemerataan mutu pendidikan secara nasional.

Inti dari acara ini adalah penganugerahan penghargaan kepada 30 guru dan tenaga kependidikan yang dinilai paling inovatif dan berdedikasi.Penghargaan ini diberikan dalam dua sesi, dengan kategori yang sangat beragam, menunjukkan bahwa apresiasi tidak hanya ditujukan kepada guru di kelas, tetapi juga kepada seluruh elemen pendukung pendidikan.

Baca juga :  Cegah Balap Liar dan Pungli, Polsek Pengandonan Bubarkan Tongkrongan Anak Muda di Pinggir Jalan

Pada Sesi 1,penghargaan diberikan pada kategori-kategori khusus. Tercatat nama-nama seperti Imron Hanafi dari SMP N 29 OKU sebagai Pelopor Komunitas Belajar Guru Dikdas, Sinta Intan PS dari TK Negeri 6 OKU Peninjauan untuk kategori PAUD, dan Nurul Fitri dari SD Negeri 9 OKU sebagai Pelopor Komunitas Kepala Satuan Pendidikan. Kategori seperti Pengawas Dedikatif dan Transformative, Tutor, Tenaga Administrasi, serta Tenaga Perpustakaan juga turut mengisi sesi ini, bersama dengan para Kepala Sekolah dan Guru TK berprestasi.

Sesi 2 lebih berfokus pada jenjang SMP.Para Kepala Sekolah Transformative SMP diwakili oleh Wahyumi (SMP N 51 OKU), Adolf Bastian (SMP Negeri 42 OKU), dan Dian (SMPN 11 OKU) yang berhasil meraih posisi terbaik. Sementara itu, Devy Destiani, S.Pd., dinobatkan sebagai Guru SMP Transformative, mewakili semangat inovasi dan transformasi dalam pembelajaran di tingkat menengah.

Penghargaan ini bukan sekadar simbolis.Bagi para pemenang, ini adalah pengakuan atas kerja keras, inovasi, dan pengabdian mereka yang seringkali tak terlihat. Apresiasi seperti ini diakui mampu memulihkan semangat, memotivasi untuk terus berkarya, dan memvalidasi bahwa upaya-upaya transformatif yang mereka lakukan di sekolah memiliki dampak dan nilai yang sangat tinggi.

Baca juga :  Cegah Penyelewengan Anggaran, Bupati Muchendi Dorong Digitalisasi Dana Desa

Acara semacam ini memiliki dampak berantai yang positif.Selain memotivasi para penerima penghargaan, ia juga menginspirasi rekan sejawatnya untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan dan inovasi. Pada akhirnya, budaya apresiasi dan semangat berkompetisi secara sehat ini akan bermuara pada peningkatan kualitas proses belajar-mengajar dan outcomes pendidikan bagi peserta didik di Kabupaten OKU.

Penganugerahan Apresiasi BGTK 2025 di OKU telah menutup rangkaian acaranya dengan sukses,meninggalkan semangat yang membara di hati setiap pendidik. Diharapkan, momentum ini tidak berhenti pada seremonial belaka, tetapi menjadi batu pijakan bagi terciptanya ekosistem pendidikan yang semakin maju, kolaboratif, dan transformatif, demi mewujudkan cita-cita besar “Guru Hebat, Indonesia Kuat” dari ujung paling selatan Sumatera.(gnn – Endang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *