Di Depan Kantor Polisi, Motor Wartawan Dicoret Cat Saat Meliput

GemaNusantaraNews.com, OKU Baturaja –
Hermanto Idris, wartawan media Jurnal88news, menjadi korban aksi vandalisme yang mengejutkan saat meliput kegiatan resmi di Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Senin (2/6/2025). Sepeda motornya yang diparkir di halaman ruko tepat di depan gedung Mapolres, dicoret cat secara sengaja oleh orang tak dikenal selama ia meliput press release kepolisian.

Korban tiba di Mapolres OKU sekitar pukul 08.00 WIB untuk meliput apel kapolda dan press release. Saat hendak memarkirkan motor Yamaha Mio M3 hitam miliknya, ia mendapati gerbang parkir internal Mapolres terkunci karena kegiatan apel. Hermanto terpaksa memarkir kendaraannya di halaman ruko komersial yang berbatasan langsung dengan kompleks polisi.

“Karena akses ditutup, saya parkir di depan ruko lalu berjalan kaki masuk ke Mapolres,” jelas Hermanto. Ia menghabiskan lebih dari 6 jam di dalam kantor polisi (08.00–14.10 WIB) untuk meliput rangkaian acara, termasuk konferensi pers resmi. Sepanjang waktu itu, motornya terparkir tanpa pengawasan di lokasi terbuka.

Baca juga :  Polsek Baturaja Timur Hadiri Safari Subuh Bersama MUI OKU di Kelurahan Sekarjaya

Setelah menyelesaikan liputan, Hermanto membawa pulang motornya pukul 14.10 WIB tanpa menyadari vandalisme. Baru pada pukul 19.30 WIB, kejadian terungkap saat putranya melihat coretan cat putih sepanjang 30 cm membelah bodi motor bagian kanan. “Saya langsung memastikan kerusakan ini hanya bisa terjadi saat motor terparkir di depan Mapolres, karena setelah pulang tidak dipakai lagi,” tegasnya.

Coretan cat yang membekas permanen itu menunjukkan pola gerakan tak beraturan, diduga dilakukan menggunakan kuas atau kaleng cat semprot. Hermanto menduga pelaku sengaja memilih waktu saat ia tidak bisa mengawasi kendaraan. “Ini jelas intimidasi. Motifnya masih diselidiki, tapi posisi motor persis di seberang kantor polisi membuat aksi ini sangat provokatif,” ujarnya.

Baca juga :  Viral di Media Sosial, Jurnalis dan Aktivis LSM Dikeroyok Saat Liput Dugaan Pelangsiran BBM di Bungo

Peristiwa ini menyoroti kerentanan keamanan di zona penyangga instansi penegak hukum. Hermanto mengaku terkejut karena vandalisme terjadi di area yang seharusnya paling aman. Ia mengimbau masyarakat, khususnya rekan jurnalis: **”Hati-hati parkir di sekitar sini. Pelaku berani bertindak meski ada patroli polisi di dekatnya.”

Insiden ini memantik kekhawatiran tentang keselamatan jurnalis di daerah. Meski belum ada kaitan langsung dengan liputannya, lokasi dan waktu kejadian menguatkan dugaan upaya mengganggu kerja pers. Data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mencatat 11 kasus serupa sepanjang 2025, di mana 4 di antaranya terjadi di area instansi pemerintah.

Hingga berita ini dirilis, Mapolres OKU belum memberikan pernyataan resmi maupun rekaman CCTV terkait insiden. Hermanto telah melapor ke unit Reskrim setempat dan mendesak audit titik buta pengawasan di sekitar Mapolres. Investigasi masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku dan motif di balik aksi perusakan yang mengancam kebebasan pers ini.

Baca juga :  Grasstrack Open LSM Harimau Championship Seru di OKU Timur: Dari Ajang Balap Jadi Pendorong Ekonomi dan Sinergi Menuju Indonesia Emas

Sumber Hermanto Idris
(GNN – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *