Langkat,Sumut,Gemanusantaranews.com – Bupati Langkat,H. Syah Afandin, SH, menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan publik dengan mengambil langkah cepat menanggapi keluhan masyarakat mengenai kondisi jembatan penghubung Desa Kuta Gajah, Ujung Bandar, dan Batu Jonjong di Kecamatan Bahorok. Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung tersebut dilaporkan dalam keadaan sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan penggunanya.
Jembatan ini terletak di jantung wilayah Kecamatan Bahorok,Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lebih dari sekadar penghubung tiga desa, struktur ini merupakan akses transportasi vital yang menyangga mobilitas harian ribuan warga, pelajar, dan pedagang antara Kecamatan Bahorok dan Kecamatan Kutambaru, sehingga kerusakannya langsung berdampak luas pada aktivitas sosial-ekonomi.
Sebelumnya,menyadari urgensi perbaikan, Pemerintah Desa Ujung Bandar bersama masyarakat telah bergotong royong melakukan perbaikan darurat secara swadaya. Mereka mengganti papan kayu yang telah lapuk dan rusak agar jembatan tetap dapat dilalui untuk sementara waktu. Namun, upaya heroik ini hanya bersifat tambal sulam dan tidak mengembalikan tingkat keamanan jembatan kepada standar yang layak.
Merespons hal tersebut,Bupati Syah Afandin langsung mengeluarkan instruksi khusus dari ruang kerjanya, pada Selasa (9/9/2025). Beliau memerintahkan Camat Bahorok dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Langkat untuk segera turun ke lapangan. Tugas mereka adalah memastikan akses jembatan tetap dapat digunakan dengan aman sambil menindaklanjuti setiap aspirasi yang disampaikan warga.
“Saya minta Camat segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat.Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas warga, pelajar, dan pedagang. Pemerintah daerah hadir memberi solusi cepat sekaligus menyiapkan pembangunan permanen,” tegas Syah Afandin. Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan ini telah menjadi perhatian bersama dan bahkan telah masuk dalam perencanaan RAPBD 2026, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Langkat,Khairul Azmi, S.STP, menegaskan kesiapan jajarannya untuk melaksanakan arahan Bupati. “Pembangunan jembatan penghubung Bahorok–Kutambaru ini sudah menjadi prioritas. Kami menargetkan perencanaan desain diselesaikan lebih awal agar proses pelaksanaan dapat segera dimulai sesuai tahapan. Ini komitmen pemerintah untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih aman dan berkelanjutan,” jelas Azmi secara rinci.
Dengan instruksi cepat dari Bupati dan komitmen teknis dari Dinas PUTR,masyarakat kedua kecamatan dapat mulai berharap untuk meninggalkan ketergantungan pada jembatan gantung tua yang berisiko tinggi. Pembangunan jembatan baru tidak hanya akan menyelamatkan nyawa dan memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan akses pendidikan di wilayah pedesaan tersebut.
Langkah ini merefleksikan model pemerintahan yang responsif,dimana keluhan rakyat ditindaklanjuti dengan aksi nyata dan perencanaan yang matang. Dari perbaikan swadaya oleh warga hingga intervensi pemerintah daerah, proses perbaikan jembatan ini menjadi contoh nyata dari kolaborasi yang diharapkan dapat segera terwujud dalam bentuk infrastruktur permanen untuk kesejahteraan bersama.(GNN – Arifin).












