GemaNusantaraNews.com, Langkat Sumut –
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Satuan Samapta Polres Langkat menggelar operasi patroli intensif selama 12 jam nonstop pada Jumat, 4 Juli 2025. Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana “3C” (Curat/pencurian dengan paksa, Curas/pencurian dengan kekerasan, Curanmor/pencurian kendaraan bermotor) serta aksi premanisme yang kerap meresahkan warga di wilayah hukum Langkat, Sumatera Utara.
Patroli digelar dalam rentang waktu ekstensif mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB, menyisir titik-titik rawan kriminalitas di seluruh wilayah yurisdiksi Polres Langkat. Operasi ini dirancang untuk mencakup area strategis yang memiliki riwayat gangguan keamanan tinggi, termasuk pusat keramaian, objek vital, dan kawasan perbatasan.
Lokasi utama yang menjadi sasaran pengawasan meliputi Jembatan Wampu (sering jadi lokasi tindak kriminal), Pasar Baru Stabat (titik keramaian rentan pencopetan dan pemalakan), serta kawasan industri dan permukiman padat penduduk. Pemilihan titik ini didasari analisis pola kejahatan sebelumnya, di mana ketiga lokasi rawan menjadi ajang aksi preman dan pelaku 3C.
Kasat Samapta Polres Langkat, AKP MK. Daulay SH., menjelaskan bahwa patroli tidak hanya mengandalkan pengawasan fisik, tetapi juga menerapkan pendekatan deteksi dini berbasis intelijen dan pola patroli dinamis yang dirotasi setiap jam. Personel dilengkapi bodycam dan perangkat komunikasi real-time untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden.
Selain pengamanan proaktif, anggota Sat Samapta secara aktif melakukan dialog preventif dengan pedagang, pengendara, dan warga sekitar. Mereka memberikan imbauan khusus untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan ke nomor darurat 110 atau melalui aplikasi Polri Siaga. “Kami juga membagikan leaflet berisi tips waspada kejahatan jalanan,” tambah Daulay.
Hasil pantauan selama 12 jam menunjukkan situasi yang aman dan terkendali. Tidak ditemukan aksi premanisme, curanmor, maupun gangguan keamanan signifikan. Tim mencatat peningkatan kesadaran warga dalam melaporkan hal mencurigakan, termasuk laporan terkait kendaraan nomor plat asing yang berputar-putar di Pasar Baru Stabat.
AKP Daulay menegaskan bahwa patroli model ini akan dilaksanakan secara rutin 3 kali seminggu dengan variasi jam operasi. “Kami akan tingkatkan frekuensi di malam hari menyusul laporan warga tentang pemotor ugal-ugalan di Jembatan Wampu,” ujarnya. Polres Langkat juga menyiapkan satgas khusus untuk menindak preman berkedok “jasa parkir liar”.
Operasi ini telah menurunkan 70% keluhan warga terkait premanisme dalam sepekan terakhir. Masyarakat menyambut positif langkah Polres Langkat, seperti diungkapkan Surya (42), pedagang Pasar Baru Stabat: “Sejak patroli digencarkan, preman pungli di sini hilang.” Keberhasilan ini memperkuat komitmen Polri dalam membangun ekosistem keamanan partisipatif di Sumatera Utara. 
(GNN – ARIFIN)












