GemaNusantaraNews.com, Langkat Sumut –
Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Ketua Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila (MPC PP) Kabupaten Langkat dan Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC PP) Kecamatan Kuala melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dengan melepas 10.000 bibit ikan berbagai jenis ke aliran Sungai Tembo Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kegiatan simbolis ini bertujuan memulihkan ekosistem sungai sekaligus menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat pesisir sungai.
Aksi penebaran bibit ikan dilaksanakan tepat pada Selasa, 1 Juli 2025, pukul 13.00 WIB, di tepi Sungai Tembo Kuala. Acara ini disaksikan secara langsung oleh Camat Kecamatan Kuala dan Kapolsek Kecamatan Kuala, yang turut hadir untuk memberikan dukungan dan mengapresiasi inisiatif positif tersebut. Kehadiran pejabat struktural ini memperkuat kolaborasi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah daerah.
Menurut para inisiator, pelepasan ribuan bibit ikan ini bukan sekadar seremoni. Dua misi utama yang ditekankan adalah: (1) Pemulihan ekologi sungaimelalui restocking populasi ikan yang terdegradasi, dan (2) Pemberdayaan ekonomi warga sekitar dengan menjadikan Sungai Tembo Kuala sebagai sumber pangan protein sekaligus potensi penghasilan tambahan melalui perikanan tangkap berkelanjutan.
Sungai Tembo Kuala dipilih sebagai lokasi strategis karena perannya sebagai salah satu urat nadi ekosistem di Kecamatan Kuala. Penebaran bibit ikan diharapkan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati perairan, menjaga keseimbangan rantai makanan, serta mengurangi dampak pencemaran melalui mekanisme alami bioremediasi. Ikan-ikan yang dilepas juga berfungsi sebagai indikator kesehatan sungai.
Bagi warga yang bermukim di sepanjang Sungai Tembo, program ini merupakan investasi masa depan. Ketika bibit ikan berkembang biak dan mencapai ukuran layak tangkap, masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sumber pangan mandiri atau dijual untuk menambah pendapatan keluarga. Hal ini sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal.
Sebagai organisasi masyarakat (ormas) tertua di Indonesia, Pemuda Pancasila melalui struktur MPC (tingkat kabupaten) dan PAC (tingkat kecamatan) menegaskan komitmennya pada isu lingkungan dan kesejahteraan rakyat. Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa ormas tidak hanya fokus pada aktivisme politik, tetapi juga pelopor gerakan sosial-ekologis yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pemilihan momentum HUT Bhayangkara ke-79 bukan tanpa alasan. Aksi ini merupakan bentuk sinergi sipil-militer dalam membangun ketahanan pangan dan lingkungan. Bhayangkara sebagai simbol pelindung masyarakat diapresiasi melalui kegiatan yang juga melibatkan unsur Polsek setempat, menegaskan hubungan simbiosis antara kepolisian dan organisasi rakyat.
Camat Kuala dalam sambutannya menyatakan: “Ini adalah model pemberdayaan yang perlu direplikasi. Sungai bukan hanya untuk irigasi, tapi juga bisa jadi livelihood warga.” Sementara Kapolsek Kualamenambahkan: “Kami apresiasi inovasi Pemuda Pancasila. Mari jaga bersama agar ikan bisa tumbuh dan dinikmati hasilnya oleh anak cucu kita nanti.”Kedua pejabat berkomitmen mengawal keberlanjutan program melalui pengawasan dan edukasi masyarakat. masyarakat. 
(GNN – ARIFIN)












