Banjir Tahunan di Baturaja Timur, Drainase Jalan Nasional Jadi Biang Kerok

Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Genangan banjir masih melumpuhkan sejumlah wilayah di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hingga Sabtu malam, 28 Maret 2026.

Ketinggian air yang mencapai 50 hingga 100 sentimeter memaksa belasan kepala keluarga bertahan di tengah rumah mereka yang terendam.

Kondisi ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sementara sistem drainase yang ada dinilai tidak mampu menampung debit air.

Hingga pukul 20.00 WIB, genangan belum menunjukkan tanda-tanda surut secara signifikan.

Peristiwa banjir ini terpantau masih menggenangi kawasan Taman Sari RT 03 RW 03, Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur.

Wilayah yang berada di sekitar jalur nasional lintas tengah Sumatera ini menjadi titik langganan banjir setiap tahunnya.

Lokasi terdampak tidak hanya meliputi permukiman padat penduduk, tetapi juga fasilitas publik seperti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Al-Ma’arif dan area sekitar bekas Kantor KUA Baturaja Timur.

Monitoring perkembangan banjir dilakukan langsung oleh jajaran kepolisian sektor setempat.

Baca juga :  LSM Harimau dan Pemuda Pancasila Deklarasi Visi Bersama, Kokohkan Pancasila di HUT ke-66

Kegiatan peninjauan dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Baturaja Timur, Ipda Andi Hendrianto, bersama KASPKT Regu 3, Aiptu Agus Setiawan, serta personel piket fungsi Polsek Baturaja Timur.

Mereka turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga serta mengidentifikasi penyebab utama banjir yang tak kunjung usai.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyebab utama banjir diduga kuat akibat buruknya sistem drainase, khususnya di jalur jalan nasional.

Saluran air yang berada di sekitar bengkel mobil Enggano memiliki kapasitas sangat kecil sehingga tidak mampu menampung volume air saat hujan deras turun.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya saluran penghubung yang memadai untuk mengalirkan air ke daerah resapan atau sungai terdekat.

Dampak dari genangan ini dirasakan langsung oleh 12 Kepala Keluarga (KK) yang menempati delapan unit rumah.

Aktivitas warga, terutama akses keluar masuk kawasan, menjadi terhambat.

Selain itu, proses belajar mengajar di lingkungan STIKES Al-Ma’arif juga ikut terganggu akibat akses jalan menuju kampus yang terendam air.

Baca juga :  Sinergi Polsek-Satresnarkoba di Ogan Ilir: Dua Buruh Bertetangga Dibekuk dalam Operasi Sabu Skala Desa

Kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa melewati genangan dengan risiko kendaraan mogok.

Dalam upaya penanganan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU sebelumnya telah mengerahkan dua unit mesin penyedot air.

Upaya penyedotan dilakukan dari pagi hingga sore hari, namun hasilnya belum signifikan dalam mengurangi volume genangan.

Pada malam hari, kegiatan penyedotan dihentikan sementara.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi keamanan di lokasi terpantau dalam kondisi aman dan kondusif.

Yang menjadi sorotan utama adalah fakta bahwa banjir di kawasan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya solusi permanen.

Berdasarkan keterangan warga dan temuan di lapangan, seluruh upaya yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara, seperti penyedotan air setiap kali banjir datang.

Tidak ada pembangunan ulang atau normalisasi drainase yang dilakukan secara menyeluruh, terutama di ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan pusat.

Baca juga :  Polsek Baturaja Timur Proaktif Pantau Debit Sungai Ogan Pasca Hujan, Semua Titik Dinyatakan Aman

Ke depan, diperlukan langkah konkret berupa normalisasi atau pelebaran kapasitas saluran drainase di jalur lintas tengah Sumatera, tepatnya di titik kritis sekitar bengkel mobil Enggano.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera mengoordinasikan penanganan lintas sektor mengingat lokasi banjir berada di jalur nasional.

Target utamanya adalah terwujudnya sistem pengendalian banjir permanen sehingga warga Taman Sari tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan.(red)