Jembatan dan Jalan Rusak Jadi Sorotan dalam Reses DPRD OKU Selatan, Warga: Kami Jangan Dianaktirikan!

Muara Dua, OKU Selatan, Sumsel.com
Suasana harap dan tumpahan aspirasi mewarnai pelaksanaan Reses Pertama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) I, Rabu (12/11/25). Bertempat di Desa Kuripan II, Kecamatan Tigadihaji, forum demokrasi ini menjadi ajang langsung bagi ratusan warga dan perangkat desa untuk menyampaikan berbagai persoalan mendesak yang selama ini membelit kehidupan sehari-hari, dengan fokus utama pada keterpurukan infrastruktur dasar.

Acara yang dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah tersebut secara resmi dibuka dengan sambutan dari anggota DPRD,Agus Wahyudi, SH., MH. Dalam pidatonya, Agus menegaskan komitmen dewan untuk mendengar dan menampung semua keluhan serta usulan dari masyarakat. “Kami persilakan untuk menyampaikan aspirasi karena nantinya semua usulan akan ditampung dan dibawa ke rapat bersama Pemda OKU Selatan. Tujuan reses ini tidak lain adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat khususnya di Dapil I, guna bersama-sama membangun desa yang lebih baik,” ujarnya di hadapan para hadirin.

Segera setelah sesi pembukaan,forum berlanjut ke sesi inti yaitu penyampaian aspirasi. Perwakilan masyarakat Desa Kuripan II langsung menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mereka memohon perhatian serius untuk perbaikan jalan “pinjam pakai” yang kondisinya sangat memprihatinkan dan menghambat distribusi hasil bumi serta mobilitas warga. Kedua, dengan suara lantang, mereka meminta agar pembangunan jembatan beton yang dijanjikan sejak lama untuk menghubungkan permukiman masyarakat di seberang sungai segera direalisasikan, karena selama ini mereka hanya mengandalkan jembatan darurat yang rawan ambruk.

Baca juga :  Antusiasme Meluap, 1 Ton Beras Murah SPHP di Polsek Semidang Aji Ludes dalam Sehari

Persoalan lain yang mengemuka datang dari Bapak Aruji,Kepala Desa Surabaya. Ia mengungkapkan kompleksitas masalah sengketa batas administrasi antara Desa Kuripan II dan Desa Surabaya yang kerap menimbulkan keraguan dan konflik antarwarga. “Kami memohon bantuan konkret DPRD untuk menyelesaikan sengketa perbatasan desa ini secara tuntas,” pintanya. Tidak hanya itu, Aruji juga menyampaikan kritik konstruktif. Atas nama para kepala desa, ia berharap proposal-proposal yang diajukan mendapat tanggapan, walau tidak semuanya disetujui. “Supaya kami tidak malas hadir dalam reses seperti ini, walau tidak semua usulan disetujui, harapan kami dikit jadilah untuk disetujui dan direalisasikan,” tandasnya, disambut anggukan rekan-rekan sesama kepala desa.

Di tengah berbagai tuntutan,terdapat apresiasi yang disampaikan oleh Herman, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kuripan II. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD, Maimunah, atas bantuan jembatan yang telah diberikan sebelumnya. “Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Maimunah atas bantuan jembatannya,” ujarnya. Namun, Herman langsung melanjutkan dengan dua permintaan tambahan yang tak kalah penting: pembangunan jembatan beton yang lebih permanen dan penambahan jaringan listrik (PLN) yang masih belum menjangkau seluruh wilayah desa.

Baca juga :  Sinergi TNI-Polri, Kodim 0403 OKU dan Polres OKU Gelar Patroli Gabungan Jaga Kondusifitas Wilayah

Aspirasi berikutnya datang dari perwakilan Desa Kuripan 1 yang menyoroti masalah keselamatan.Ia memohon bantuan alat pencegah kebakaran, mengingat desanya pernah mengalami kebakaran dan sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran. “Kami sangat membutuhkan jembatan beton, selain untuk akses sehari-hari, juga sebagai jalur evakuasi dan akses pemadam kebakaran jika terjadi musibah,” jelasnya. Sementara itu, perwakilan kepala sekolah di Tigadihaji menyampaikan keluhannya dengan nada prihatin. Ia meminta tindak lanjut proposal yang pernah diajukan dan berharap sektor pendidikan tidak dianaktirikan dalam pembangunan. “Tolong perhatikan kami dan toleh kami didunia pendidikan ini, jangan dianak tirikan,” imbaunya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut,beberapa anggota DPRD memberikan respon dan solusi. Ismail, S. Sos., menekankan pentingnya kelengkapan administrasi. “Masalah jembatan harus ada proposal, buat lah proposalnya, insya Allah akan ditindak lanjuti, dan akan kami kawal,” janjinya. Maimunah, dalam sesi tanggapannya, mengungkapkan filosofi kerjanya yang低调. “Saya memiliki prinsip bergerak senyap, pelan-pelan tapi ada bukti. Insyaallah aspirasi dari kami untuk desa di Tigadihaji walau dikit jadilah,” ujarnya.

Baca juga :  Oknum Kepala Desa(KaDes) Berinisial ISA Diduga Selewengkan Dana Desa(DD) Tahun Anggaran 2022.

M.Bastari AR, menutup sesi tanggapan dengan penegasan bahwa tugas utama dewan adalah sebagai jembatan aspirasi. “Kami ini adalah jembatan antara masyarakat dan pemerintah OKU Selatan,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan satu fakta penting yang menjadi akar masalah kerusakan jalan. “Jalan ini bagus tadinya, tapi semenjak adanya proyek bendungan yang melewati jalan ini akhirnya rusak. Kita minta mereka untuk bertanggung jawab terhadap jalan yang mereka lewati ini, bagaimanapun caranya,” tutupnya dengan tegas, memberikan harapan baru bagi warga Dapil I bahwa persoalan infrastruktur mereka akan diperjuangkan hingga ke level kontraktor proyek.(gnn – Rido R).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *