Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Memasuki tahun 2026 dengan nuansa religius dan penuh kedamaian,Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi kebebasan beribadah. Untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi umat Kristiani, institusi kepolisian tersebut melaksanakan operasi pengamanan khusus selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026. Fokus pengamanan kali ini adalah di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) yang terletak di jantung Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur.
Kegiatan pengamanan yang berlangsung pada Kamis,1 Januari 2026 itu dipimpin secara langsung oleh Penanggung Jawab Pengamanan (Padal Pam) Gereja GSJA, Ipda Ikhsan, SH., M.Si. Melalui Kasi Humas Polres OKU, AKP Ferri Zulfian, dijelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi menyeluruh untuk menjamin kelancaran semua peribadatan di wilayah hukum Polres OKU, terutama dalam momen-momen besar keagamaan.
Pengamanan dimulai sejak pukul 10.30 WIB di gereja yang beralamat di Jalan Lintas Sumatera tersebut.Di dalam gereja, ibadah khidmat dipimpin oleh Pendeta FM Sibarani dengan mengusung tema yang mendalam, “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”. Ibadah yang diikuti sekitar 15 jemaat ini menjadi momen refleksi sekaligus penyambutan tahun baru dalam semangat iman.
Sebelum ibadah dimulai,tim pengamanan telah melakukan persiapan matang. Sebuah apel kesiapan digelar untuk memastikan koordinasi yang solid antar personel. Selanjutnya, dilakukan proses sterilisasi dan patroli di seluruh area sekitar gereja. Langkah-langkah preventif ini merupakan antisipasi dini terhadap segala bentuk potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi, sehingga jemaat dapat berkonsentrasi penuh pada ibadah.
AKP Ferri Zulfian menegaskan bahwa pengamanan dilaksanakan dengan pendekatan yang manusiawi namun profesional.Tim inti berjumlah 12 personel, terdiri dari Ipda Ikhsan sebagai komandan dan 11 anggota lainnya yang telah mendapat pembekalan khusus. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang siap membantu jika dibutuhkan oleh jemaat.
Hasil dari kesiapan yang matang itu terwujud jelas.Seluruh rangkaian ibadah, dari awal hingga akhir, berjalan dengan sangat aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan satupun indikasi gangguan keamanan, baik dari oknum tertentu maupun pihak lain yang berpotensi mengusik kekhidmatan acara. Suasana tenang dan terkendali menjadi bukti keberhasilan operasi pengamanan ini.
Ibadah pun ditutup sekitar pukul 11.45 WIB,dengan kondisi yang sama amannya seperti ketika dimulai. Keberhasilan pengamanan di GSJA Sukajadi ini menjadi tolok ukur positif bagi Polres OKU. Evaluasi singkat dilakukan untuk mengidentifikasi hal-hal yang sudah optimal dan bagian yang dapat ditingkatkan di masa mendatang.
Menutup laporannya,AKP Ferri Zulfian menyampaikan komitmen berkelanjutan Polres OKU. Institusi ini akan terus meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan dan memperkuat skema pengamanan untuk setiap kegiatan keagamaan, apapun keyakinannya, di seluruh wilayah hukum OKU. Tujuannya tunggal: menjaga dan memelihara situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, agar setiap warga dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan damai.(gnn/red).












