Jaluko Jambi,GemaNusantaraNews.com –
Suara lantunan adzan subuh yang khidmat dan mendayu-dayu justru menggema di siang hari,memenuhi ruangan Aula Kantor Desa Sarang Burung, Kecamatan Jaluko. Fenomena unik ini terjadi pada Kamis, 18 Desember 2025, ketika Forkopimcam bersama seluruh Kepala Desa (Kades) se-wilayah kecamatan menggelar Lomba Adzan Subuh Eksibisi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara untuk memeriahkan dan menyemarakkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-52 Tingkat Kecamatan Jaluko.
Lomba yang bersifat eksibisi atau pertunjukan ini diselenggarakan pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.Berbeda dengan lomba adzan biasa yang fokus pada aspek teknik dan suara semata, eksibisi ini lebih menekankan pada makna penghayatan, kekhusyukan, dan fungsi adzan sebagai panggilan ibadah yang indah. Hal ini menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat penuh dengan nuansa spiritual dan kekompakan.
Aula kantor desa yang biasanya menjadi tempat rapat dan kegiatan administratif,siang itu bertransformasi menjadi panggung seni religi. Yang membuat acara ini istimewa adalah daftar pesertanya yang terdiri dari para pemimpin formal wilayah. Turun langsung sebagai peserta adalah Camat Jaluko, Dede Noviyanto, S.Sos., dan Kapolsek Jaluko, Iptu Yohanes Chandra, S.E., M.H. Mereka berdua, bersama dengan seluruh Kepala Desa dari semua desa di Kecamatan Jaluko, saling bersilaturahmi dan “bersaing” secara positif di atas panggung.
Pelaksanaan lomba eksibisi ini memiliki tujuan yang mendalam.Selain untuk memeriahkan MTQ ke-52, kegiatan ini dirancang sebagai bentuk sosialisasi dan penggalangan partisipasi publik. Keikutsertaan para pimpinan daerah diharapkan dapat memicu antusiasme dan dukungan seluruh lapisan masyarakat terhadap penyelenggaraan MTQ. Lebih dari itu, acara ini juga menjadi simbol bahwa para pemimpin tidak hanya mengurusi hal-hal administratif, tetapi juga aktif dan peduli dalam membangun kehidupan beragama yang dinamis di tingkat akar rumput.
Acara berlangsung dengan tertib dan khidmat.Setiap peserta tampil secara bergiliran di depan dewan juri dan hadirin yang terdiri dari undangan serta perwakilan masyarakat. Setiap lantunan adzan dinilai bukan hanya pada segi teknik vokal (lagu dan nada), tetapi juga pada ketepatan makhraj, tajwid, serta yang paling utama, penghayatan dan kekhusyukan dalam menyampaikan pesan panggilan sholat tersebut. Suasana penuh keakraban dan saling menghargai tercipta sepanjang acara.
Kehadiran dan partisipasi aktif Camat dan Kapolsek mendapat apresiasi tinggi dari para Kades dan tamu undangan.Hal ini dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang merakyat dan inspiratif. Para Kades yang menjadi peserta juga tampak antusias dan serius, menjadikan momen ini tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai wahana silaturahmi dan saling mengenal antar desa dalam bingkai yang positif.
Setelah seluruh peserta selesai unjuk kebolehan,acara ditutup dengan pengumuman hasil penilaian dan pemberian apresiasi kepada semua peserta. Lomba ini lebih menekankan pada semangat kebersamaan daripada kompetisi, sehingga semua peserta mendapatkan penghargaan. Kegiatan dinyatakan resmi berakhir pada pukul 16.00 WIB. Situasi keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung dilaporkan dalam kondisi sangat kondusif dan aman.
Lomba Adzan Subuh Eksibisi ini telah berhasil menjadi pembuka yang spektakuler untuk MTQ ke-52 Kecamatan Jaluko.Gelaran ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh qori dan qoriah, serta masyarakat luas, untuk turut serta memeriahkan even bergengsi keagamaan tersebut. Keberhasilan acara kolaboratif antara unsur pemerintah, kepolisian, dan kepala desa ini juga diharapkan dapat menjadi model untuk kegiatan-kegiatan pembangunan masyarakat lainnya yang menyentuh aspek sosial, budaya, dan agama di masa mendatang.(gnn/Ediwan).












