Baturaja OKU Sumsel,Gemanusantaranews.com 24 Oktober 2025 – Suasana malam yang tenang di Desa Sri Mulya, Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berubah menjadi chaos dan duka ketika satu unit rumah milik warga dilalap si jago merah, Kamis (23/10/2025) malam lalu. Kejadian yang berlangsung cepat ini menghanguskan seluruh harta benda yang ada di dalamnya, namun berhasil tidak memakan korban jiwa karena rumah dalam keadaan kosong.
Korban musibah adalah seorang pemuda berusia 27 tahun bernama Aprianto. Rumah yang hangus terbakar tersebut adalah tempat tinggalnya bersama sang istri, Mega, serta anggota keluarga lainnya. Peristiwa ini menjadi sebuah keberuntungan di tengah musibah, karena saat api mulai membesar, tidak seorang pun dari keluarga Aprianto yang berada di dalam rumah.
Berdasarkan penjelasan resmi dari Kasi Humas Polres Oku, Akp Ibnu Holdon, yang disampaikan atas nama Kapolsek Sinar Peninjauan Ipda Suherman, S.E., kronologi kejadian berawal sekitar pukul 21.30 WIB. Pada saat itu, Aprianto dan istrinya memutuskan untuk pergi dari rumah guna mengunjungi orang tua Mega yang lokasinya tidak jauh, yaitu masih berada di Blok I Dusun 4, Desa Sri Mulya.
Malangnya, sekitar dua jam kemudian, tepatnya pada pukul 23.45 WIB, ketenangan kunjungan keluarga mereka terusik. Aprianto menerima panggilan video darurat melalui aplikasi WhatsApp dari seorang keponakannya yang bernama Dinda Isabela. Dalam panggilan penuh kepanikan itu, Dinda menyampaikan kabar buruk bahwa rumah Aprianto telah dilalap si jago merah dan kobaran api terlihat hebat.
Mendapat kabar tersebut, Aprianto dan istri langsung bergegas pulang menuju rumah mereka dengan perasaan cemas dan was-was. Namun, kepulangan mereka hanya mampu menyaksikan sisa-sisa kehancuran. Saat tiba di lokasi, rumah yang mereka tinggali telah rata dengan tanah dan habis sama sekali terbakar, menyisakan hanya puing-puing dan kenangan.
Menanggapi musibah ini, personel Kepolisian Sektor (Polsek) Sinar Peninjauan dengan sigap melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Pengecekan ini dilakukan untuk mengamankan TKP, mendokumentasikan bukti, serta mengumpulkan keterangan guna menyelidiki titik awal dan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi, pihak kepolisian menduga kuat bahwa penyebab utama musibah ini adalah arus pendek atau korsleting pada instalasi listrik di dalam rumah. Dugaan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan dan keamanan instalasi listrik di rumah masing-masing.
Kejadian ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga Aprianto. Meskipun seluruh anggota keluarga selamat dari maut, mereka harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang telah dikumpulkan. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan secara berkala memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik untuk mencegah terulangnya musibah serupa.(gnn – red).












