Baturaja,OKU Sumatera Selatan,Gemanusantara.com,2 September 2025 –
Sehari setelah aksi unjuk rasa besar di Gedung DPRD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), gedung dewan kembali kedatangan sekelompok pemuda pada Selasa (02/09/2025). Kedatangan mereka bukan untuk membuat kericuhan, melainkan menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung terkait kebijakan kenaikan tarif PDAM Tirta Raja yang dinilai memberatkan.
Lima pemuda tersebut menamakan diri sebagai Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) OKU. Mereka datang dengan jumlah kecil, namun dengan tujuan jelas, yaitu memperjuangkan kepentingan masyarakat. Adapun para pemuda yang hadir di antaranya adalah Novri, Zikri, dan tiga rekannya.
Dalam orasi singkatnya, para pemuda ini menyuarakan keresahan warga atas tarif air bersih yang dianggap tidak sebanding dengan pelayanan PDAM. Mereka menekankan bahwa kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat kecil yang bergantung pada air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain menyampaikan aspirasi, mereka juga meluruskan tuduhan yang sempat berkembang. Kelompok PGK merasa dirugikan karena dituding sebagai dalang dan provokator aksi unjuk rasa sehari sebelumnya, yang sempat diwarnai tindakan anarkis. “Kami datang ke sini hanya berlima untuk bersikap gentlemen, agar aspirasi rakyat tersampaikan langsung tanpa ditunggangi pihak lain,” tegas salah seorang perwakilan.
Aksi ini berlangsung di bawah pengawasan ketat personel gabungan TNI-Polri yang sudah siaga sejak pagi. Namun berbeda dengan hari sebelumnya, situasi berjalan kondusif. Para pemuda menyampaikan orasi dengan tertib tanpa ada tindakan provokatif.
Tak berselang lama, Kapolres OKU bersama Dandim 0403 OKU dan Ketua DPRD Kabupaten OKU mendatangi langsung para pemuda tersebut di halaman gedung dewan. Dialog singkat dilakukan di lapangan untuk mendengarkan aspirasi yang mereka sampaikan.
Setelah itu, rombongan pemuda bersama unsur Forkopimda diarahkan masuk ke salah satu ruang rapat Gedung DPRD Kabupaten OKU. Di dalam ruangan, dialog dilanjutkan secara lebih intensif. Suasana diskusi berjalan terbuka, di mana pihak PGK menjabarkan tuntutan mereka, sementara pihak pemerintah dan aparat memberikan penjelasan mengenai kebijakan serta langkah penyelesaiannya.
Hingga akhir kegiatan, seluruh rangkaian aksi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada ketegangan yang terjadi, bahkan pertemuan ini dinilai menjadi contoh bagaimana aspirasi masyarakat bisa disampaikan secara sehat dan bermartabat. Dengan demikian, suara rakyat terkait kenaikan tarif PDAM tersampaikan langsung kepada wakil rakyat dan aparat, tanpa harus menimbulkan kericuhan.
Sumber Humas Polres OKU
(GNN – Red)












