Baturaja OKU,Sumsel,Gemanusantaranews.com –
Pesta demokrasi di tingkat akar rumput kembali membuktikan kematangannya.Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Laya, yang digelar pada Sabtu (11/10/2025), berhasil menjadi contoh nyata proses pemilihan yang aman, tertib, dan penuh partisipasi. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB di Gedung Posyandu Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU ini, menjadi momentum krusial bagi warga untuk menentukan sosok pemimpin yang akan mengisi kekosongan jabatan dan memimpin pembangunan desa ke depan.
Pelaksanaan demokrasi desa ini tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang bersinergi.PAW ini diselenggarakan secara resmi oleh Panitia Pemilihan Khusus yang dibentuk, bekerja sama secara erat dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta seluruh jajaran perangkat Desa Laya. Aktivitas demokratis ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Undang-Undang Desa, yang memberikan kedaulatan penuh kepada masyarakat untuk memilih pemimpinnya secara langsung dalam sebuah proses yang transparan dan akuntabel.
Persaingan demokratis ini diwarnai oleh kehadiran tiga calon kepala desa yang siap bersaing secara sehat dengan membawa visi yang membumi.Bertarung sebagai nomor urut 1 adalah Hariantina, disusul oleh Samsul Hazairin pada nomor urut 2, dan Komarudin pada nomor urut 3. Meskipun ketiganya menawarkan strategi dan program kerja yang beragam, mereka bersatu dalam satu tujuan besar, yaitu memajukan Desa Laya menjadi sebuah desa yang lebih mandiri, sejahtera, dan unggul dalam berbagai aspek pembangunan.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak pagi hari,di mana ratusan warga berduyun-duyun memadati tempat pemungutan suara dengan membawa surat undangan mereka. Suasana di sekitar TPS berlangsung sangat kondusif dan damai, diwarnai oleh semangat kegotongroyongan dan keakraban antarwarga yang datang untuk menggunakan hak suaranya. Setiap pemilih dengan tertib mengikuti seluruh tahapan prosedur yang telah ditetapkan oleh panitia, mulai dari verifikasi data hingga pencoblosan di bilik suara.
Guna memastikan integritas dan kelancaran seluruh rangkaian proses,panitia melibatkan sistem pengawasan multi-pihak. Dari sisi keamanan, Kapolsek Baturaja Barat, AKP Toni Zainuddin, turun langsung memimpin sejumlah personel Polsek dan TNI yang berjaga di lokasi. Kehadiran aparat ini bukan hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan setiap tahapan—mulai dari pendaftaran, pencoblosan, hingga penghitungan suara—berjalan dengan prinsip jujur, adil, dan transparan.
Di luar aspek keamanan,Pemerintah Desa dan BPD juga memainkan peran pendampingan yang aktif. Mereka hadir di tengah masyarakat untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman dan seluruh informasi terkait pemilihan dapat disampaikan dengan baik. Sinergi segitiga antara panitia pelaksana, aparat keamanan, dan lembaga desa inilah yang menjadi tulang punggung kesuksesan acara, menciptakan sebuah model pelaksanaan demokrasi yang sehat dan bermartabat di tingkat desa.
Ketua Panitia Pemilihan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah terlibat.Ia menekankan bahwa PAW ini bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan sebuah momentum bersejarah untuk memperkuat tali persatuan dan memperkokoh komitmen kolektif seluruh elemen masyarakat dalam membangun Desa Laya. “Siapapun yang terpilih nantinya, ia adalah pilihan hati nurani rakyat yang harus kita dukung dan kawal bersama untuk kemajuan desa kita,” serunya penuh semangat.
Dengan ditutupnya proses pemilihan yang tertib dan lancar ini,harapan besar masyarakat pun ditumpukan pada pundak calon kepala desa terpilih nantinya. Warga berharap pemimpin baru tersebut mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, membawa perubahan positif yang nyata, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, menguatkan pondasi ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi seluruh warga Desa Laya menuju masa depan yang lebih gemilang.(gnn – Endang).












