Palembang,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com 13 Maret 2026 – Polda Sumatera Selatan resmi menggelar apel perdana Operasi Ketupat Musi 2026 pada Jumat pagi di halaman samping Gedung Presisi Polda Sumsel.
Apel yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB tersebut menandai dimulainya pengamanan ketat arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Sumatera Selatan.
Sebanyak 199 personel Satuan Tugas (Satgas) terlihat berbaris rapi, siap menjalankan tugas mulia melayani masyarakat selama libur hari raya.
Operasi dengan sandi “Ketupat Musi 2026” ini akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai hari ini, Jumat 13 Maret 2026, hingga 25 Maret 2026 mendatang.
Rentang waktu tersebut dipilih untuk mengcover pergerakan masyarakat sejak puncak arus mudik hingga periode arus balik ke kota asal.
Seluruh jalur utama di Sumsel, termasuk ruas tol dan jalur lintas timur Sumatera, akan menjadi prioritas pengamanan untuk mencegah kemacetan parah serta gangguan kamtibmas.
Apel perdana tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat Operasi Daerah (Kaset Opsda), AKBP Arief Wibowo.
Dalam arahannya yang tegas di hadapan para perwira dan personel, ia menekankan bahwa apel harian bukan sekadar seremoni, melainkan mekanisme wajib yang harus dilaksanakan setiap pagi.
“Apel ini adalah napasnya operasi.
Dari sini kita tahu siapa siap dan siapa yang bermasalah.
Pastikan mental dan fisik kalian prima, karena masyarakat menunggu kita di lapangan,” ujarnya di depan barisan.
Lebih lanjut, AKBP Arief Wibowo meminta setiap satuan tugas untuk segera menunjuk operator khusus yang bertanggung jawab atas sistem pelaporan harian.
Menurutnya, kelancaran arus informasi dari lapangan ke pusat komando sangat vital untuk pengambilan keputusan cepat.
Selain itu, mekanisme analisis dan evaluasi (Anev) berkala juga akan digelar untuk memantau dinamika situasi secara real-time.
Seluruh kepala satgas diwajibkan hadir dalam evaluasi tersebut guna memastikan tidak ada celah koordinasi.
Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam pernyataan terpisah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi prima.
Ia menyebut apel harian sebagai instrumen pengendalian operasional yang paling efektif.
“Kami tidak ingin ada personel yang mengantuk atau sakit saat bertugas karena kelelahan.
Apel ini menjadi titik cek kesehatan dan kesiapan mental mereka sebelum diterjunkan ke pos-pos,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa seluruh personel yang terlibat telah melalui pembekalan teknis yang matang.
Mereka tidak hanya dibekali kemampuan pengaturan lalu lintas, tetapi juga soft skill dalam melayani masyarakat.
“Setiap perwira yang namanya tercantum dalam surat perintah operasi bertanggung jawab penuh mengendalikan anak buahnya.
Pelaporan perkembangan situasi wajib dilakukan secara berkala, tidak boleh ada informasi yang putus di tengah jalan,” ujar Kombes Nandang.
Pada hari pertama operasi ini, perhatian juga diarahkan pada rencana kedatangan Tim Supervisi dari Markas Besar (Mabes) Polri.
Tim tersebut dijadwalkan akan memantau langsung pelaksanaan Operasi Ketupat Musi di beberapa titik rawan di Sumatera Selatan.
Hal ini menjadi motivasi tambahan bagi jajaran Polda Sumsel untuk menunjukkan kesiapan terbaik mereka dalam mengamankan salah satu momen pergerakan massal terbesar tahun ini.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disiapkan di sepanjang jalur.
Pos-pos tersebut tidak hanya menyediakan layanan medis darurat, tetapi juga tempat istirahat sementara bagi pemudik yang kelelahan.
Melalui Operasi Ketupat Musi 2026, Polda Sumatera Selatan berkomitmen menghadirkan rasa aman dan nyaman, memastikan seluruh masyarakat Sumsel dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita.(red)












