Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com –
Puncak peringatan Hari Guru Nasional(HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berlangsung penuh khidmat di Gedung Kesenian Baturaja, Kamis (27/11/2027). Acara yang dihadiri oleh segenap insan pendidikan ini tidak hanya menjadi refleksi atas jasa para pendidik, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi institusi Kepolisian. Dalam momentum yang penuh makna ini, PGRI OKU memberikan kejutan dengan menganugerahkan penghargaan khusus kepada Polres OKU atas kinerja luar biasa dalam menegakkan keadilan.
Penghargaan istimewa tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi dan profesionalisme Polres OKU dalam mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa salah satu tenaga pendidik,yaitu seorang guru PPPK bernama Sayidatul Fitriyah. Kasus yang mengguncang masyarakat tersebut berhasil diungkap oleh jajaran Polres OKU dalam waktu yang relatif singkat, menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi warga, termasuk para pahlawan pendidikan yang berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam prosesi yang berlangsung hikmat,Ketua PGRI Kabupaten OKU yang juga merupakan Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., menyerahkan langsung penghargaan tersebut. Beliau didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan OKU, Kadarisman, S.Ag., M.Si. Penghargaan yang ditujukan untuk Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., ini diterima secara hormat oleh Wakapolres OKU, Kompol Eryadi Yuswanto, S.H., M.H., yang hadir mewakili atasannya.
Tidak hanya kepada pimpinan,apresiasi yang sama juga diberikan secara khusus kepada para perwira pelaksana di lapangan yang menjadi ujung tombak penyelidikan. Kasat Reskrim Polres OKU, Iptu Irawan Adi Candra, S.H., M.M., dan Kapolsek Peninjauan, Iptu Dedi Iskandar, S.E., disebutkan secara eksplisit sebagai penerima penghargaan. Prestasi ini juga dinobatkan sebagai hasil kerja kolektif dari seluruh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres OKU di bawah pimpinan Iptu Irawan Adi Candra.
Usai menerima penghargaan,Wakapolres OKU, Kompol Eryadi Yuswanto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada PGRI OKU. “Penghargaan ini merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi masyarakat, khususnya PGRI, terhadap kerja keras Polres OKU dalam mengungkap kasus yang menimpa salah satu tenaga pendidik,” ujar Kompol Eryadi di hadapan seluruh tamu undangan.
Lebih lanjut,Kompol Eryadi menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah motivasi yang besar. “Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan, dan memastikan setiap kasus dapat ditangani secara profesional,” tambahnya. Ia juga menyampaikan komitmen Polres OKU untuk senantiasa hadir memberikan rasa aman, dengan perhatian khusus kepada para pendidik yang memiliki peran strategis dalam membangun generasi penerus bangsa.
Dalam penjelasannya,Wakapolres mengungkap kunci keberhasilan pengungkapan kasus ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja cepat, sinergi, dan kolaboratif seluruh anggota Satreskrim, serta dukungan dan informasi dari masyarakat. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya hubungan yang solid antara polisi dan komunitas dalam menciptakan keamanan dan ketertiban.
Acara peringatan HGN dan HUT PGRI ke-80 ini dihadiri oleh penuh kekeluargaan oleh seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) OKU, menunjukkan dukungan penuh dari seluruh elemen pemerintahan. Turut hadir Ketua TP PKK OKU Hj. Zwesti Karenia Teddy, Ketua DWP OKU Hj. Wahidah Darmawan, para anggota DPRD OKU, serta tamu undangan terhormat lainnya. Kehadiran mereka bersama-sama dengan ratusan guru se-Kabupaten OKU memenuhi Gedung Kesenian Baturaja, menyempurnakan acara sebagai sebuah perayaan atas dedikasi guru dan penegakan hukum yang berkeadilan.(gnn – red).












