Atap Bocor, Dinding Rapuh: Jeritan Warga Parit Suak Demen yang Terlupakan, Menanti Bantuan Rumah Layak Huni

Tanjung Jabung Barat Jambi,GemaNusantaraNews.com
Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti kehidupan sejumlah warga di daerah terpencil Kabupaten Tanjung Jabung Barat,Provinsi Jambi. Di Parit Suak Demen, RT 09, Desa Kelagihan Lama, Kecamatan Tebing Tinggi, puluhan keluarga terpaksa bertahan di dalam rumah yang sudah tidak layak untuk dihuni, sambil terus berharap uluran tangan pemerintah. Jeritan mereka tentang ketiadaan bantuan perumahan selama ini mulai disuarakan dengan lantang, menuntut perhatian serius dari otoritas terkait.

Salah satu suara keprihatinan itu datang dari Siti Komariah,seorang ibu rumah tangga yang telah lama berdomisili di wilayah tersebut. Dengan nada sedih dan penuh harap, ia mengungkapkan realitas pahit yang dihadapinya setiap hari. “Rumah yang saya tinggali ini sudah tidak layak lagi disebut rumah. Atapnya bocor, dindingnya rapuh, dan lantainya sering tergenang air saat hujan turun,” ujarnya pada Rabu (10/12/2025). Genangan air itu, menurutnya, menjadi pemandangan rutin yang memperparah kerusakan struktur rumah sekaligus mengancam kesehatan keluarganya.

Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi,Siti Komariah mengaku tidak hanya pasrah. Ia telah berulang kali berusaha melakukan perbaikan kecil-kecilan dengan biaya sendiri. Namun, upaya swadaya itu terbukti tidak memadai. “Penghasilan saya pas-pasan. Perbaikan yang saya lakukan hanya sementara dan tidak bisa bertahan lama,” keluhnya. Siklus rusak-perbaiki-segera rusak lagi itu telah berlangsung bertahun-tahun, menggerus harapan sekaligus menghabiskan sedikit sumber daya yang dimiliki.

Baca juga :  Marak Rokok Ilegal di Jambi, Bea Cukai Bungkam, Negara Rugi Miliaran

Yang lebih menyakitkan bagi Siti Komariah dan tetangga-tetangganya adalah perasaan diabaikan oleh negara.Ia menegaskan bahwa hingga detik ini, belum pernah sekalipun menerima bantuan perbaikan rumah dari pihak manapun, baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten. “Saya merasa layak untuk mendapatkan perhatian dan bantuan, mengingat kondisi rumah saya yang sangat memprihatinkan,” tegasnya. Pernyataan ini menyiratkan kegagalan sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial untuk menjangkau mereka yang paling rentan.

Keluhan Siti Komariah bukanlah kisah isolasi.Ia menyatakan bahwa masalah rumah tak layak huni adalah persoalan kolektif yang dialami oleh banyak keluarga di Parit Suak Demen. “Banyak warga di sini yang mengalami nasib serupa, namun sejauh ini belum ada intervensi nyata dari pihak terkait,” tambahnya. Fakta ini mengindikasikan bahwa masalah yang dihadapi bersifat sistemik dan terstruktur, memerlukan respons kebijakan yang luas, bukan sekadar bantuan karitatif individu.

Baca juga :  Perangi Narkoba Bersama: Bupati OKU Timur dan Kepala BNNP Sumsel Perkuat Sinergi

Harapan besar kini disematkan kepada seluruh jajaran pemerintahan,mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Siti Komariah tidak meminta banyak, hanya menginginkan hak dasar sebagai warga negara. “Saya tidak meminta banyak, hanya sekadar tempat tinggal yang aman dan layak untuk keluarga saya,” ujarnya. Ia berharap pemerintah lebih tanggap dan peduli terhadap kondisi masyarakat di daerah terpencil, serta segera mengambil langkah konkret untuk memberikan solusi permanen.

Dengan tekad yang bulat,Siti Komariah menyatakan akan terus memperjuangkan haknya dan hak warga lainnya. “Saya akan terus berusaha dan berharap agar suara kami di sini didengar,” pungkasnya. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran akan hak sebagai warga negara dan perlunya sikap proaktif dari masyarakat untuk mendorong akuntabilitas pemerintah.

Jika dibiarkan berlarut,kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa dan menurunkan kualitas hidup warga, tetapi juga menjadi cermin kegagalan dalam pemerataan pembangunan dan perlindungan sosial. Dampak positif dari bantuan rumah layak huni sangatlah nyata: meningkatkan kesehatan, martabat, dan produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, bola kini sepenuhnya berada di pihak Dinas Sosial, Dinas Perumahan, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk membuktikan keberpihakan mereka dengan tindakan nyata, menjadikan Parit Suak Demen sebagai prioritas intervensi, dan mengubah jeritan warga menjadi cerita keberhasilan penanganan permukiman kumuh.(gnn/Apriandi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *