Polsek Ulu Ogan Pantau Ketat Debit Air Sungai, Warga Bantaran Diimbau Siaga Banjir dan Longsor

BATURAJA OKU,SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com
Personel Kepolisian Sektor Ulu Ogan, Polres Ogan Komering Ulu (OKU), bergerak cepat melakukan mitigasi bencana dengan memantau secara ketat peningkatan debit air sungai.

Langkah ini diambil sebagai respons atas potensi ancaman banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Pemantauan difokuskan pada titik-titik rawan di sepanjang aliran Sungai Ogan yang diketahui rawan meluap.

Peningkatan debit air tersebut disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu intensitas hujan sedang hingga lebat yang masih berlangsung serta adanya volume air kiriman dari wilayah hulu.

Kombinasi kedua faktor ini menyebabkan permukaan air sungai naik secara signifikan dalam waktu singkat.

Kondisi ini menjadi peringatan dini akan potensi banjir bandang yang dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa diduga sebelumnya.

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Ulu Ogan, Ipda Omi E., menyatakan bahwa seluruh jajaran Polsek telah disiagakan.

Baca juga :  Keluarga Selamat, Harta Habis: Korsleting Listrik Picu Kebakaran Mengerikan di OKU, Rugikan Rp250 Juta

Sasaran utama dari langkah pencegahan ini adalah masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Ogan.

Mereka dianggap sebagai kelompok paling rentan terdampak jika terjadi banjir atau longsor.

Inspeksi lapangan dilakukan pada Minggu pagi, 10 Mei 2026, di sejumlah titik rawan bencana dalam wilayah hukum Polsek Ulu Ogan.

Lokasi yang menjadi prioritas meliputi daerah aliran sungai dengan tebing curam serta permukiman padat yang berdiri di bantaran Sungai Ogan.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan masih terus berlangsung secara intensif.

Polsek Ulu Ogan mengambil langkah preventif dengan melakukan monitoring debit air secara real-time sekaligus patroli rutin.

Personel tidak hanya mengamati ketinggian air, tetapi juga memberikan imbauan langsung kepada warga.

Imbauan tersebut disampaikan dari rumah ke rumah untuk memastikan setiap keluarga memahami risiko dan kesiapsiagaan yang harus dilakukan.

Baca juga :  Setelah Sengkarut Sepanjang Hari, PT Semen Baturaja Akhirnya Terima 6 Tuntutan Warga OKU yang Merasa Hanya Jadi Penonton

Kapolsek Ulu Ogan, Ipda Omi E., menegaskan bahwa masyarakat harus tetap siaga terhadap potensi banjir dan tanah longsor yang dapat datang seketika.

Ia meminta warga untuk tidak menunggu peringatan lanjutan jika sudah melihat tanda-tanda alam seperti air sungai yang naik cepat atau tanah yang mulai retak.

Pesan singkat ini disampaikan agar mudah diingat dan segera ditindaklanjuti oleh warga.

Polsek Ulu Ogan akan terus melaksanakan patroli dan monitoring secara berkala serta berkelanjutan terhadap perkembangan debit air Sungai Ogan.

Jika diperlukan, aparat tidak menutup kemungkinan untuk melakukan evakuasi dini secara mandiri sebelum bencana mencapai tahap kritis. Seluruh personel juga bersiaga 24 jam untuk merespons laporan darurat dari masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk segera mengamankan dokumen penting dan barang berharga, serta menyiapkan tas darurat jika kondisi memburuk.

Baca juga :  PENGAMAT PEMERINTAH APRESIASI LANGKAH PJ BUPATI LAHAT OPERASIKAN BUS SEKOLAH.

Polsek Ulu Ogan juga meminta warga untuk segera melapor ke posko terdekat jika melihat tanda-tanda bahaya.

Dengan kerja sama antara aparat dan warga, diharapkan Korban jiwa dan kerugian materi akibat banjir serta longsor dapat diminimalkan.(red)