Tragedi Maut Lintas Sumatera: 16 Tewas, DVI Terapkan Identifikasi DNA

PALEMBANG,SUMATERA SELATAN,GemaNusantaraNews.com
Kecelakaan lalu lintas menonjol antara Bus ALS dan mobil tangki di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, menewaskan 16 orang.

Tragedi ini ditandai dengan benturan keras yang langsung memicu kebakaran hebat, menyebabkan kedua kendaraan hangus terbakar dan sebagian besar jenazah korban mengalami luka bakar berat sehingga sulit dikenali secara visual.

Polda Sumatera Selatan bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri serta RS Bhayangkara TK II Mohammad Hasan Palembang menjadi garda terdepan dalam penanganan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dan Karumkit Kombes Pol dr. Budi Susanto secara resmi memaparkan perkembangan terbaru dalam konferensi pers di Posko DVI rumah sakit tersebut.

Kecelakaan terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB di ruas Jalan Lintas Sumatera wilayah Karang Jaya, Musi Rawas Utara. Sementara itu, konferensi pers perkembangan penanganan disampaikan pada Kamis, 7 Mei 2026, di RS Bhayangkara Palembang, yang hingga sore hari telah menerima 16 kantong jenazah korban.

Baca juga :  Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, S.T., M.T., M.M., menghadiri Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka malam pergantian Tahun Baru 2026 sekaligus mengikuti Zoom Meeting Pemantauan Pengamanan Malam Tahun Baru bersama Forkopimda OKU Timur, Rabu malam (31/12/2025), di Rumah Dinas Kapolres OKU Timur.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, bus ALS diduga berusaha menghindari lubang jalan sehingga bergerak ke jalur kanan dan bertabrakan dengan mobil tangki dari arah berlawanan.

Benturan keras tersebut memicu kebakaran besar yang melahap kedua kendaraan, menjadi penyebab utama sulitnya identifikasi visual korban.

Tim DVI Polri memfokuskan proses identifikasi menggunakan metode scientific identification, meliputi pemeriksaan DNA, sidik jari, data gigi primer, serta pencocokan data ante mortem dari pihak keluarga.

Sampel DNA dari jenazah dan keluarga akan dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta melalui jalur protokol khusus agar proses berjalan cepat dan akurat.

Baca juga :  Satlantas Polres OKU Gelar Seleksi Ketat, Mencari Calon Polisi Cilik 2026 untuk Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini

Selain korban meninggal, Polda Sumsel memberikan perhatian penuh kepada tiga korban selamat yang mengalami luka bakar serius, yakni Jumiatun (35) asal Pati, Ngadiono (44) asal Pati, dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31) asal Tegal.

Mereka saat ini dirawat intensif di RSUD Rupit dan direncanakan akan dievakuasi ke Palembang.

Satu korban luka ringan, M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek bus asal Riau, masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel bersama Tim Labfor Polri melakukan olah TKP lanjutan dengan teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) untuk rekonstruksi kecelakaan 3D, didukung pemindaian drone.

Penyidik juga menemukan tabung gas, mesin motor, serta dua unit sepeda motor di dalam bus yang diduga diangkut bersama penumpang—temuan ini akan dianalisis kaitannya dengan aspek keselamatan dan risiko kebakaran.

Kabid Humas Polda Sumsel menegaskan komitmen menangani tragedi ini secara profesional, transparan, dan humanis, dengan prioritas memberikan kepastian kepada keluarga korban.

Baca juga :  Polsek Baturaja Timur Gelar Kurve, Semprot & Potong Rumput untuk Lingkungan Bersih dan Asri

Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam perjalanan Bus ALS tersebut diimbau segera melapor ke Posko DVI RS Bhayangkara Palembang atau menghubungi hotline 0821-7803-8910 untuk pencocokan data ante mortem.(red)