Siaga 1 Meter, Polisi Pantau Banjir Luapan Sungai Wall

Baturaja OKU,Sumatera Selatan,GemaNusantaraNews.com
Debit air Sungai Wall di wilayah hukum Polsek Lubuk Batang, Polres Ogan Komering Ulu (OKU), mengalami peningkatan signifikan hingga meluap dan merendam permukiman warga.

Berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan, ketinggian air yang masuk ke rumah-rumah warga mencapai sekitar satu meter.

Situasi ini terjadi akibat naiknya volume air sungai setelah curah hujan tinggi di daerah hulu.

Peristiwa luapan air dan genangan setinggi satu meter ini terjadi di Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Lokasi tersebut merupakan daerah bantaran Sungai Wall yang selama ini dikenal rawan banjir saat debit air sungai meningkat drastis.

Hingga berita ini diturunkan, genangan masih terlihat di sejumlah titik permukiman padat penduduk.

Kejadian ini terpantau pada Minggu, 3 Mei 2026, ketika tim gabungan dari kepolisian melakukan monitoring intensif sejak pagi hari.

Baca juga :  Dini Hari Tak Jadi Jaminan Lancar, Pengedar 20 Paket Sabu di Palembang Diringkus saat Kantongi Rp50 Ribu

Peningkatan debit air mulai terlihat beberapa jam sebelumnya, sebelum akhirnya meluas ke pemukiman warga.

Patroli dan pemantauan terus dilakukan secara berkala pada hari yang sama untuk mengantisipasi perkembangan kondisi.

Kapolsek Lubuk Batang, Iptu Jenizar, melalui Kasi Humas Polres OKU AKP Ferri Zulfian, menegaskan pihaknya telah menerjunkan personel Bhabinkamtibmas.

Tokoh penting dalam penanganan ini adalah para Bhabinkamtibmas yang langsung turun ke lokasi untuk memantau sekaligus berkoordinasi dengan aparatur desa.

AKP Ferri Zulfian menjadi juru bicara yang menyampaikan perkembangan situasi kepada publik.

Penyebab utama naiknya debit air Sungai Wall hingga meluap diduga karena tingginya intensitas hujan yang terjadi di daerah hulu dan sekitar aliran sungai.

Kondisi topografi yang membuat aliran air cepat turun ke pemukiman juga menjadi faktor memperparah luapan.

Baca juga :  Kuota Melonjak! Sumut Dapat Tambahan 5.000 Rumah Subsidi, Langkat Siap Dukung Percepatan

Selain itu, tidak disebutkan adanya tanggul jebol, sehingga lebih mengarah pada peningkatan volume air alami yang melebihi kapasitas sungai.

Strategi kepolisian dalam menghadapi situasi ini adalah dengan melakukan patroli rutin dan pemantauan berkala guna mengantisipasi potensi banjir susulan.

Mereka juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa serta instansi terkait sebagai langkah mitigasi dini.

Petugas Bhabinkamtibmas terus berkeliling menyusuri permukiman untuk memastikan kondisi warga dan mengukur fluktuasi ketinggian air.

Meskipun air sudah setinggi satu meter merendam pemukiman, hingga saat ini belum ditemukan adanya korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.

Status masih dalam tahap siaga, karena aktivitas masyarakat berlangsung normal dengan tetap memperhatikan kondisi sekitar.

Belum ada evakuasi massal, namun warga diminta tetap waspada mengingat potensi kenaikan debit air sewaktu-waktu.

Baca juga :  Estafet Kepemimpinan: AKP Azwan Resmi Jabat Kapolsek Baturaja Timur

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air yang signifikan atau kondisi darurat lainnya.

Warga diminta tidak panik namun tetap siaga, terutama pada malam hari. Patroli akan terus ditingkatkan, dan informasi terkini akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi Polres OKU.(red)