Jelang Ramadan 1447 H, Kapolres OKU Pimpin Latpra Ops Pekat Musi 2026 untuk Bersihkan Penyakit Masyarakat

Baturaja OKU,Sumsel,GemaNusantaraNews.com
Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ulu (OKU) menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Langkah awal yang strategis dilakukan dengan menggelar kegiatan Latihan Pra Operasi (Latpra) Pekat Musi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026 ini, menjadi fondasi penting untuk memastikan kesiapan maksimal seluruh personel sebelum turun ke lapangan.

Kegiatan Latpra Ops Pekat Musi 2026 ini dipimpin langsung oleh Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P.

Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polres OKU ini menandakan betapa pentingnya operasi yang akan dilaksanakan.

Dalam arahannya, ia didampingi oleh Kabag Ops Polres OKU, Kompol Saharudin, S.H.

Turut hadir pula seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres OKU, para Kepala Satuan (Kasat), serta seluruh Kapolsek di jajaran Polres OKU, menunjukkan sinergi dan kesatuan komando yang solid.

Latpra ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah krusial untuk menyamakan visi dan misi.

Baca juga :  Polres Musi Banyuasin Bantai Peredaran Sabu di Sungai Lilin, Dua Pengedar Termasuk Oknum Mahasiswa Dibekuk Tanpa Perlawanan

Tujuan utamanya adalah untuk menyatukan persepsi di antara seluruh peserta mengenai target dan sasaran operasi.

Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan fisik dan mental personel, serta memantapkan pola tindak yang akan diterapkan di lapangan.

Dengan pemantapan ini, diharapkan tidak ada keraguan atau kesalahpahaman saat operasi berlangsung nanti.

Suasana khidmat dan penuh semangat terlihat di Aula Gedung Kaca Polres OKU yang menjadi lokasi digelarnya Latpra Ops Pekat Musi 2026 pada hari Jumat tersebut.

Pemilihan lokasi di markas komando ini memudahkan koordinasi dan memastikan seluruh jajaran dapat mengakses informasi dengan cepat.

Waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan Februari, jauh-jauh hari sebelum Ramadan, memberikan ruang bagi personel untuk mempersiapkan diri secara matang dan menyusun strategi yang efektif.

Operasi Pekat Musi yang akan digelar ini memiliki fokus yang jelas, yaitu memberantas penyakit masyarakat (pekat).

Sasaran operasi meliputi berbagai bentuk gangguan kamtibmas seperti perjudian, peredaran minuman keras, premanisme, hingga penyalahgunaan narkotika.

Baca juga :  Proyek Strategis Irigasi Lematang Terus Berlanjut

Tujuan akhir dari operasi ini adalah untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, nyaman, dan kondusif, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 H, di mana aktivitas masyarakat cenderung meningkat.

Dalam arahannya, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menekankan beberapa poin penting kepada seluruh personel yang akan terlibat.

Ia menggarisbawahi pentingnya profesionalisme dan sinergi dalam setiap tindakan. Kapolres juga mengingatkan agar setiap anggota memiliki pemahaman yang utuh terhadap tugas dan tanggung jawabnya.

Lebih lanjut, ia berpesan agar pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas dan tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, serta wajib bertindak sesuai dengan prosedur yang berlaku (SOP).

Dengan dilaksanakannya Latpra Ops Pekat Musi Tahun 2026 ini, pihak kepolisian berharap agar pelaksanaan operasi nantinya dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.

Seluruh personel diharapkan telah memiliki pemahaman yang sama mengenai medan, target, dan metode yang akan digunakan.

Hal ini penting untuk meminimalisir kendala di lapangan dan memaksimalkan hasil yang ingin dicapai.

Baca juga :  36 Pejabat OKU Timur Dilantik, Bupati Enos: Jabatan Adalah Amanah Rakyat

Lebih dari sekadar penegakan hukum, seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan Operasi Pekat Musi 2026 ini pada akhirnya bermuara pada kepentingan masyarakat.

Polres OKU berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga di wilayah hukumnya.

Keberhasilan operasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan hari kemenangan dengan tenang, jauh dari gangguan penyakit masyarakat yang meresahkan.(red).