Baturaja OKU Sumsel,GemaNusantaraNews.com – Proses seleksi penerimaan siswa baru di lingkungan sekolah kedinasan terus berlangsung ketat.
Kali ini, Polres Ogan Komering Ulu (OKU) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seleksi Tahap II Penerimaan Siswa Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk Tahun Ajaran 2026/2027, yang diikuti oleh tiga peserta terbaik dari Kabupaten OKU.
Kegiatan yang mengusung sistem Computer Assisted Test (CAT) NST tersebut digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Pelaksanaan ujian yang berlangsung di lingkungan Polres OKU ini dipantau langsung oleh jajaran pejabat utama kepolisian, memastikan proses seleksi berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh panitia pusat.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, S.I.K., M.A.P., melalui Kabag Sumber Daya Manusia (SDM) Polres OKU Kompol Alpian, S.E., M.M., menyampaikan bahwa ketiga peserta yang mengikuti seleksi tersebut merupakan siswa-siswi unggulan dari tiga SMP berbeda di wilayah Kabupaten OKU.
Mereka adalah perwakilan dari SMP Tunas Cendikia OKU, SMP Negeri 13 OKU, dan SMP Negeri 01 OKU yang berasal dari Kota Baturaja.
“Sebanyak tiga peserta asal Kota Baturaja hari ini mengikuti tahapan seleksi CAT NST Tahap II di Polres OKU.
Mereka adalah putra-putri terbaik daerah yang bersaing secara sehat untuk mendapatkan kursi di SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” ujar Kompol Alpian saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana ujian berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Para peserta terlihat sangat serius dan fokus menghadapi layar komputer masing-masing.
Konsentrasi tinggi terpancar dari raut wajah mereka saat mengerjakan soal-soal ujian yang menjadi penentu kelulusan ke tahap berikutnya.
Kompol Alpian menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi di Polres OKU ini mengacu sepenuhnya pada mekanisme dan ketentuan dari panitia pusat.
Pihaknya hanya bertugas sebagai fasilitator untuk memastikan lingkungan ujian yang kondusif, sementara seluruh sistem dan materi ujian dikendalikan secara terpusat untuk menjaga kualitas dan standar kelulusan.
“Kami dari Polres OKU berkomitmen mendukung penuh proses seleksi ini.
Kami ingin memastikan kegiatan berjalan secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Tidak ada intervensi dalam proses pengerjaan soal maupun penilaian, karena semua sudah diatur oleh sistem,” tegas perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.
Penerapan sistem Computer Assisted Test (CAT) dalam seleksi ini dipilih sebagai metode utama untuk meminimalisir potensi kecurangan.
Dengan sistem berbasis komputer, hasil ujian peserta dapat diproses secara otomatis dan real-time, sehingga menghasilkan penilaian yang murni berdasarkan kemampuan akademis masing-masing individu tanpa adanya campur tangan manusia.
Lebih lanjut, Kompol Alpian menjelaskan bahwa keunggulan sistem CAT tidak hanya pada kecepatan, tetapi juga pada objektivitasnya.
Setiap jawaban peserta langsung terekam dan dinilai oleh sistem, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kompetensi peserta.
Hal ini sejalan dengan upaya Polri, khususnya melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara, untuk menjaring bibit-bibit unggul yang berkualitas dan berintegritas.
Dengan berakhirnya tahapan seleksi di Polres OKU, ketiga peserta kini harus menantikan pengumuman hasil yang akan diintegrasikan dengan data dari peserta lain di seluruh Indonesia.
Semangat dan doa mengiringi langkah mereka, berharap perjuangan keras dalam menghadapi ujian berbasis komputer ini membuahkan hasil manis berupa kursi di SMA Kemala Taruna Bhayangkara.(red).












