Purwodadi Optimis Raih Adipura dengan Program BUMDes dan Bank Sampah

Tanggamus, Lampung gemanusantaranews.com – Pekon Purwodadi, Kabupaten Tanggamus, bersiap untuk dinilai dalam ajang Adipura. Program unggulan BUMDes dan Bank Sampah menjadi andalan untuk mewakili Kabupaten Tanggamus dalam penilaian bergengsi ini.

Diskusi terkait persiapan ini telah dilakukan di kantor BUMDes Pekon Purwodadi, dihadiri oleh Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Kepala Pekon Purwodadi Mualpi, Direktur BUMDes Heri, Koordinator Ketahanan Pangan BUMDes Suropin, pengelola Bank Sampah Ahmad Humaidi, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup.

Mualpi menjelaskan bahwa penilaian Adipura akan dilakukan oleh tim independen dari pusat yang ahli di bidang kebersihan dan lingkungan. Kriteria utama penilaian meliputi kebersihan dan tata letak wilayah pemukiman (jalan, drainase, tempat tinggal) serta kinerja Bank Sampah, termasuk kemampuan menampung sampah bernilai, efisiensi proses penjualan, dan manfaat yang dirasakan warga.

BUMDes dan Bank Sampah: Kolaborasi untuk Kemajuan Pekon

Heri menjelaskan peran aktif PKK dalam mendukung program ini. Sementara itu, Ahmad Humaidi yang berpengalaman dalam pengelolaan limbah rumah tangga, mengkoordinir Bank Sampah dengan baik.

Baca juga :  Demokrasi Desa Diuji: Tiga Nama Siap Bertarung di Pilkades PAW Desa Laya

Meskipun sempat mengalami kemandegan, BUMDes Purwodadi kini bangkit dengan unit usaha Ketahanan Pangan yang meliputi pertanian padi, peternakan ikan, dan sapi. Suropin menambahkan bahwa BUMDes mengelola 1 hektar lahan sawah, 3 balong ikan nila dan lele, serta 9 ekor sapi yang dititipkan ke warga dengan sistem bagi hasil. Untuk promosi, BUMDes berencana membuat website dan akun media sosial untuk membagikan kegiatan BUMDes dan Bank Sampah.

Persiapan Matang Menuju Penilaian Adipura

Penilaian Adipura akan berlangsung selama 3-4 hari secara acak. Tim juri akan mengecek langsung perkantoran pekon, pasar, taman, permukiman, TPS, dan Bank Sampah. Warga Purwodadi, khususnya yang tergabung dalam SOKLI (Kelompok Peduli Sampah dan Lingkungan) dan unit usaha BUMDes, bekerja sama dengan antusias untuk memastikan semua area bersih dan menyiapkan presentasi tentang pemilahan sampah hingga pemanfaatan hasil penjualan.

Baca juga :  Polsek Ulu Ogan Pantau Debit Air Sungai Ogan untuk Antisipasi Banjir

Heri menekankan bahwa manfaat program ini tidak hanya sebatas predikat Adipura, tetapi juga menciptakan budaya kebersihan yang berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan warga. Bukti keberhasilan terlihat dari SOKLI yang berhasil mengurangi sampah di TPS sebanyak 40% dalam setahun terakhir. Sebagian hasil penjualan sampah juga digunakan untuk membeli benih padi dan pakan ternak, sehingga meningkatkan ketahanan pangan pekon.

Sinergi untuk Keberlanjutan Program

Untuk keberlanjutan program, BUMDes berkolaborasi dengan instansi pemerintah. Dinas Pertanian memberikan bimbingan teknis, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup memberikan peralatan penanganan sampah. Selain itu, direncanakan lokakarya rutin untuk melibatkan lebih banyak warga.

SOKLI fokus pada pemilahan ketat sampah basah dan kering dengan slogan “Pilah Sampah Jadi Berkah”. Bank Sampah menerapkan SOP sederhana dan model bisnis langsung, menjual sampah ke pengepul besar tanpa perantara sehingga warga mendapatkan harga yang lebih tinggi.

Baca juga :  Polda Sumsel Atensi Kasus Pencurian Mobil di Ilir Barat I, Identitas Pelaku Dikantongi

Dengan semangat yang tinggi, warga Purwodadi memasang stiker, spanduk, dan memastikan Bank Sampah tertata rapi. Upaya ini bukan hanya untuk meraih Adipura, tetapi juga membuktikan bahwa pekon kecil seperti Purwodadi mampu menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang baik dan pembangunan perekonomian lokal yang berkelanjutan.(gnn – Putri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *